Menunggu Waktu Penobatan
Belum ada kepastian waktu penobatan Pakubuwana XIV. Mahamenteri Keraton Solo, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, menegaskan saat ini pihak keraton masih dalam masa berkabung selama 40 hari.
“Atas dasar Keputusan Menteri Dalam Negeri, saya sebagai Maha Menteri Keraton Surakarta akan mengumpulkan seluruh putra-putri PB XII dan PB XIII untuk menata bersama agar tidak muncul friksi,” ujarnya.
Tedjowulan menambahkan pembahasan suksesi baru akan dilakukan setelah masa berkabung selesai. Berdasarkan tradisi, penobatan raja bisa memakan waktu berbulan-bulan, tergantung kondisi internal keraton.
Dia mencontohkan Pakubuwana XIII baru dinobatkan tiga bulan setelah ayahandanya, PB XII, wafat pada 2004. Sementara itu, Pakubuwana XII naik tahta hanya berselang sepuluh hari setelah PB XI mangkat pada 1945.
“Artinya, tidak ada aturan baku. Semua bergantung pada situasi dan kesiapan keluarga besar keratin,” jelas Tedjowulan.
Lika-Liku Suksesi di Masa Lalu
Keraton Surakarta bukan pertama kalinya menghadapi masa transisi yang kompleks. Sejarah mencatat usai Pakubuwana XII wafat pada 2004, terjadi dualisme kepemimpinan.
Dua pangeran keraton, yaitu KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan sama-sama mengklaim sebagai pewaris sah tahta Paku Buwono XII, ayah mereka.
Tedjowulan lebih dahulu dinobatkan pada 31 Agustus 2004, sedangkan Hangabehi menyusul pada 10 September 2004. Perselisihan itu baru berakhir melalui rekonsiliasi tahun 2012.
Hasil rekonsiliasi menyebut Hangabehi sebagai satu-satunya Sri Susuhunan Pakubuwana XIII, sementara Tedjowulan diangkat sebagai Mahamenteri Keraton Solo.
Pengalaman ini membuat banyak pihak berharap proses suksesi kali ini berjalan lebih damai, tertib sesuai paugeran adat, dan tanpa konflik atau drama.
Baca Juga: Ini Pesan Sri Sultan HB X Soal Regenerasi Keraton Solo
Artikel Terkait
Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta
Paku Buwono XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Hentikan Suara Gamelan hingga Pemakaman Selesai
Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta
PB XIII Wafat, Siapa Calon Raja Berikutnya?
Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat
Kenapa Raja Surakarta Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri?
Mengenal Empat Raja Jawa: Ini Beda Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara
Begini Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Menuju Imogiri
Sinuwun PB XIII Wafat, Akankah Konflik Suksesi Keraton Surakarta Muncul Kembali? Seno Adjie: Jaga Suasana Kondusif, Pihak Luar Janga Ikut Campur