Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 3 November 2025 | 21:23 WIB
Prosesi Pemakaman PB XIII di Imogiri: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya. (ANTARA FOTO/Maulana Surya.)
Prosesi Pemakaman PB XIII di Imogiri: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya. (ANTARA FOTO/Maulana Surya.)

TITIKTEMU.CO - Jenazah Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, SISKS Paku Buwono XIII, akan dimakamkan di Astana Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu, 5 November 2025.

Prosesi pemakaman sang raja akan berlangsung khidmat dengan upacara adat dan kirab agung melewati jantung Kota Solo sebelum menuju peristirahatan terakhirnya.

Paku Buwono XIII meninggal dunia pada Minggu, 2 November 2025, di RS Indriati Solo Baru, Sukoharjo, pada usia 77 tahun. Semasa hidupnya dikenal sebagai raja yang menjaga nilai-nilai adat Jawa dan budaya Keraton.

Baca Juga: PB XIII Wafat, Siapa Calon Raja Berikutnya?

Rangkaian Prosesi Pemakaman

Menurut pihak Keraton, prosesi pemakaman akan dimulai pukul 08.00 WIB dari Keraton Surakarta. Diawali dengan upacara adat pelepasan jenazah di kompleks keraton.

Prosesi ini dilakukan dengan tata cara tradisional Jawa yang sarat makna spiritual dan penghormatan terakhir bagi raja. Salah satunya adalah brobosan, penghormatan terakhir dari keluarga Sang Raja.

Setelah upacara adat selesai, jenazah PB XIII akan dikirab keluar dari Keraton menggunakan Kereta Jenazah Pusaka Rata Pralaya, kendaraan pusaka khusus untuk membawa raja.

Rata Pralaya menjadi simbol perjalanan terakhir seorang raja menuju keabadian. Kirab jenazah diiringi para abdi dalem, keluarga besar keraton, serta masyarakat umum.

Dalam tradisi kirab ini, rombongan akan berjalan kaki sambil membaca doa dan dzikir, diiringi bendera kuning dan putih sebagai simbol duka dan kesucian.

Baca Juga: Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta

Rute Kirab PB XIII

Kirab akan dimulai dari Keraton Kasunanan Surakarta, kemudian melintasi Alun-Alun Kidul, menuju Jalan Veteran, dan berakhir di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo yang terletak di Jalan Slamet Riyadi.

Dari Loji Gandrung, peti jenazah akan dipindahkan dari kereta pusaka ke mobil jenazah untuk melanjutkan perjalanan menuju Astana Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X