Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 3 November 2025 | 21:50 WIB
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat. (Dok. Museum Keraton Kasunanan Surakarta)
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat. (Dok. Museum Keraton Kasunanan Surakarta)

TITIKTEMU.CO - Sri Susuhunan Pakubuwono XIII atau PB XIII wafat pada Minggu, 2 November 2025 di usia 77 tahun setelah dua dekade lebih menjadi Raja Surakarta.

Jenazah PB XIII akan dimakamkan di Astana Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta, pada Rabu, 5 November 2025, melalui prosesi adat dan kirab menggunakan kereta pusaka Rata Pralaya.

Wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII membuka kembali catatan panjang sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat.

Baca Juga: Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya 

Sejarah Keraton Surakarta

Berdiri sejak abad ke-18, Keraton Kasunanan Surakarta telah dipimpin 11 raja sebelum PB XIII naik takhta. Siapa saja mereka dan bagaimana perjalanan panjang dinasti Mataram ini hingga masa kini?

Keraton Surakarta Hadiningrat berdiri pada 13 Februari 1755 sebagai hasil Perjanjian Giyanti, yang membagi Kerajaan Mataram Islam menjadi dua: Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Dari perjanjian itu, Raden Mas Suryadi, putra dari Sunan Pakubuwono II, naik takhta dengan gelar Sri Susuhunan Pakubuwono III, menjadi raja pertama di Surakarta.

Baca Juga: PB XIII Wafat, Siapa Calon Raja Berikutnya?

Daftar Lengkap Raja Keraton Kasunanan Surakarta 

1. Sri Susuhunan Pakubuwono III (1749–1788)

PB III memimpin selama hampir 40 tahun. Ia dikenal sebagai raja yang menjaga stabilitas politik setelah perpecahan Mataram. Wafat pada 26 September 1788, ia digantikan oleh putranya.

2. Sri Susuhunan Pakubuwono IV (1788–1820)

Dikenal dengan nama kecil Raden Mas Subadya, PB IV memerintah selama 32 tahun. Ia memperkuat peran budaya dan agama di lingkungan keraton sebelum wafat pada 2 Oktober 1820.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X