Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 5 November 2025 | 13:08 WIB
Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru. (Ichsan Noor Rosyid)
Ribuan Warga Lepas Jenazah Paku Buwono XIII ke Imogiri, Tedjowulan Kawal Keraton Surakarta hingga Penobatan Raja Baru. (Ichsan Noor Rosyid)

TITIKTEMU.CO - Prosesi pemakaman Sri Susuhunan Paku Buwono XIII atau PB XIII dari Keraton Surakarta menuju Pajimatan Imogiri, Yogyakarta, berlangsung khidmat dan penuh haru, Rabu 5 November 2025.

Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan Solo untuk memberikan penghormatan terakhir kepada raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang wafat pada Sabtu 2 November itu.

Jenazah PB XIII diberangkatkan dari Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta, sekitar pukul 10.35 WIB menggunakan ambulans milik Persatuan Masyarakat Surakarta (PMS).

Baca Juga: Ini Pesan Sri Sultan HB X Soal Regenerasi Keraton Solo 

Sebelumnya, jenazah diarak menggunakan kereta pusaka Rata Pralaya yang ditarik delapan kuda dari Keraton Surakarta menuju Loji Gandrung, diiringi prajurit, abdi dalem, dan kerabat keraton.

Pemandangan megah sekaligus menyedihkan itu menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Solo. Warga menundukkan kepala, sebagian lainnya menaburkan bunga di jalan.

Merekaberdiri di sepanjang jalan, melepas kepergian sang raja menuju peristirahatan terakhir di Imogiri, kompleks makam para raja Mataram Islam yang dibangun sejak masa Sultan Agung.

Baca Juga: Silsilah Lengkap Pakubuwana XIII: Garis Keturunan, Istri, dan Putra Mahkota Penerus Tahta 

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan bahwa pemilihan Loji Gandrung sebagai tempat singgah jenazah merupakan permintaan keluarga.

“Kami merasa terhormat rumah dinas kami dipilih sebagai lokasi transit jenazah Sinuhun PB XIII sebelum diberangkatkan ke Imogiri,” ujarnya.

Rombongan jenazah semula dijadwalkan melewati Alun-alun Kidul dan Plengkung Gading, tetapi rute diubah melewati Jalan Yos Sudarso dan Slamet Riyadi untuk memudahkan perjalanan.

Di sepanjang rute, masyarakat berdiri berjajar, mengabadikan momen dengan kamera ponsel sembari melantunkan doa. Mreka melambaikan tangan kea rah kereta, seolah mengucapkan selamat jalan pada Sang Raja.

Baca Juga: Sinuwun PB XIII Wafat, Akankah Konflik Suksesi Keraton Surakarta Muncul Kembali? Seno Adjie: Jaga Suasana Kondusif, Pihak Luar Janga Ikut Campur

Tedjowulan Pimpin Keraton Surakarta Sementara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X