Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 2 November 2025 | 15:05 WIB
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung. (Instagram)
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung. (Instagram)

TITIKTEMU.CO – Raja Surakarta Paku Buwono XII Hangabehi akan dimakamkan di makam Imogiri atau Pajimatan Imogiri, makam raja-raja Mataram Islam, Yogyakarta, Rabu 5 November 2025.

Makam Imogiri merupakan tempat pemakaman para raja dan bangsawan keturunan Kesultanan Mataram Islam. Bukan hanya tempat peristirahatan terakhir, tapi juga simbol kejayaan dan spiritualitas.

Kompleks Makam Imogiri sendiri dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo pada abad ke-17. Di kompleks inilah keturunan empat dinasti Mataram yang sudah meninggal dimakamkan.

Keempat dinasti itu adalah Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Pura Mangkunegaran, dan Pura Pakualaman.

Baca Juga: Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung 

Komplek makam raja-raja Mataram ini berada perbukitan Imogiri, Bantul, kompleks makam ini berada sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Untuk mencapai area utama, pengunjung harus menaiki lebih dari 400 anak tangga batu, sebuah perjalanan yang dianggap simbol penghormatan dan spiritual.

Secara etimologis, Imogiri berasal dari kata hima (kabut) dan giri (gunung), yang berarti gunung berkabut. Tempat ini memang berada di ketinggian, seolah mendekatkan para raja yang dimakamkan kepada Sang Pencipta.

Baca Juga: Raja Surakarta Pakubuwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik  

Kisah Mistis di Balik Pembangunan

Dari cerita turun-temurun, Sultan Agung memilih lokasi Imogiri dengan cara spiritual. Konon, Sang Sultan melempar segenggam pasir dari Tanah Arab, dan pasir itu diyakini jatuh di perbukitan Pajimatan Girirejo.

Dari situlah Sultan Agung kemudian memutuskan untuk membangun makam keramat tersebut di Imogiri

Kompleks makam ini dirancang Kyai Tumenggung Tjitrokoesoemo tahun 1632. Tiga belas tahun kemudian, Sultan Agung wafat dan dimakamkan di Imogiri.  

Meski kerajaan Mataram Islam terbagi menjadi dua pada tahun 1755, Yogyakarta dan Solo, namun Makam Imogiri tetap menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para raja Mataram.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X