TITIKTEMU.CO-Ketika langit terlalu lama pelit menurunkan hujan, kekhawatiran bukan cuma soal udara panas. Di Sumatera Selatan, kondisi kering juga membawa ancaman lain yang tak kalah serius: kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
Situasi itu membuat Polda Sumatera Selatan mengambil langkah yang cukup berbeda. Pada Kamis, 27 Agustus 2026, jajaran kepolisian menggelar Sholat Istisqo di Lapangan Mapolda Sumsel sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Sholat Istisqo tersebut diikuti Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho bersama para pejabat utama dan personel Muslim di lingkungan Mapolda Sumsel.
Baca Juga: Demo 27 Agustus Memanas: RUU Perampasan Aset Jadi Tuntutan, Siapa Saja yang Turun ke Jalan?
Langkah tersebut dilakukan ketika pemantauan menunjukkan adanya peningkatan jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Selatan dalam dua pekan terakhir.
Bukan Sekadar Berdoa
Bagi Polda Sumsel, Sholat Istisqo bukan berarti persoalan Karhutla diserahkan begitu saja kepada doa. Ikhtiar spiritual tersebut berjalan berdampingan dengan berbagai tindakan di lapangan untuk mencegah api semakin meluas.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan kepolisian tetap melakukan sosialisasi, patroli, pemantauan hingga pemadaman apabila ditemukan titik api.
Baca Juga: Blood Moon Muncul Pekan Ini, Tapi Indonesia Cuma Bisa Jadi Penonton
Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan lebih dari satu pendekatan. Ada pekerjaan yang dilakukan personel di lapangan, ada pula doa yang menjadi bentuk pengharapan di tengah musim kemarau.
Dengan kata lain, polisi tidak hanya menunggu hujan datang. Pemantauan hotspot dan respons terhadap potensi kebakaran tetap menjadi bagian penting dari upaya menghadapi kondisi tersebut.
Sholat Istisqo Dirangkai Maulid Nabi
Ada hal lain yang membuat kegiatan di Mapolda Sumsel tidak berhenti pada Sholat Istisqo. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Kenapa Orang yang Private Akun Instagram-nya Justru Lebih Percaya Diri?
Suasana kegiatan kemudian dilengkapi dengan aksi sosial. Kapolda Sumsel menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada masyarakat serta sejumlah pihak yang membutuhkan.
Bantuan itu diharapkan dapat membantu warga yang ikut merasakan tekanan akibat kondisi cuaca ekstrem. Sebab, kemarau bukan hanya membuat tanah dan lahan mengering, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat.
Artikel Terkait
Liburan Edukatif ke Lombok: 5 Desa Wisata yang Cocok untuk Anak
5 Wisata Ramah Anak di Ciwidey: Liburan Keluarga yang Seru dan Edukatif
Nasaruddin Umar Disebut Mundur, Kemenag Membantah: Ada Apa di Balik Panasnya Bursa Ketum PBNU?
Desta Tinggalkan Vindes Setelah 5 Tahun, Pesannya ke Vincent Rompies Bikin Haru
Kecelakaan Maut Surabaya Berujung Penahanan, Sopir Outlander Terancam 6 Tahun Penjara
Revaldo Kembali Ditangkap Kasus Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti dan Jejak Transaksi
Jelang Demo DPR Hari Ini, Jalan Gatot Subroto Ditutup: Ini Jalur yang Dialihkan