Sinuwun PB XIII Wafat, Akankah Konflik Suksesi Keraton Surakarta Muncul Kembali? Seno Adjie: Jaga Suasana Kondusif, Pihak Luar Janga Ikut Campur

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Rabu, 5 November 2025 | 08:00 WIB
Seno Adjie, Kerabat Jakarta Keraton Surakarta.  (Dok. Istimewa)
Seno Adjie, Kerabat Jakarta Keraton Surakarta. (Dok. Istimewa)

TITIKTEMU.CO, Surakarta - Wafatnya Sinuhun Ingkang Sampeyan Dalem Ikang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISK) Pakubuwono XIII Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat, meninggalkan kesedihan mendalam bagi berbagai pihak, utamanya pihak keluarga keraton.

Prosesi pemakaman dilaksanakan pada Rabu (5/11/2025) dengan rangkaian upacara adat mengantarkan mendiang raja menuju peristirahatan terakhirnya di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Baca Juga: Kolaborasi BRI dan Koperasi Merah Putih, AgenBRILink Buka Akses Keuangan dan Dorong Ekonomi Desa Padang Mantinggi

Muncul konflik siapa penerus tahta Keraton Surakarta

Namun, dalam suasana berkabung atas mangkatnya Sinuwun PB XIII itu masih menyisakan persoalan, terutama menyangkut silang pendapat mengenai siapa yang berhak meneruskan tahta.

Hal itu dirasakan oleh Seno Adjie, seorang kerabat Keraton di Jakarta mengungkapkan kesediaannya untuk menjadi penengah antara Lembaga Dewan Adat dengan keluarga PB XIII.

Baca Juga: Prabowo Subianto Tegaskan Modernisasi Alutsista Berorientasi Kemanusiaan dan Tanggap Bencana

Melalui keterangan tertulis Seno mengatakan kedatanganya kali ini ke Keraton Surakarta adalah untuk memberikan masukan agar, menjelang upacara pemakaman yang akan digelar besok, seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif.

“Saya mengimbau agar selama masa sebelum 40 hari, tidak ada pernyataan-pernyataan publik yang dapat menimbulkan situasi yang tidak harmonis,” ujar Seno Adjie dalam keterangannya, Selasa, 4 November 2025.

Baca Juga: DOWNLOAD Kamen Rider Super Climax Heroes PSP ISO untuk Android - Versi Terbaru 2025

Jaga kondisi harmonis untuk pelestarian adat dan trah

Seno mengaku terlibat dalam setiap dinamika di dalam keluarga Keraton yang mencuat pada tahun 2017, 2022 dan 2024.

“Dan kini menjelang 2026, upaya menjaga keharmonisan internal Keraton Surakarta Hadiningrat terus dilakukan sebagai bagian dari pelestarian adat dan budaya Trah Mataram Surakarta,” ungkapnya. 

Baca Juga: KPK OTT Pejabat Pemprov Riau, Amankan 10 Orang dalam Dugaan Korupsi di Dinas PUPR

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X