TITIKTEMU.CO - Warisan Kerajaan Mataram Islam hingga kini masih terasa di dua wilayah Jawa, yaitu di Yogyakarta dan Surakarta.
Meski semuan kerajaan sudah tergabung dalam NKRI, namun kehidupan budaya dan adat dua daerah ini tetap dijaga lewat keberadaan empat kerajaan dengan gelar pemimpin yang berbeda.
Keempatnya adalah Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara. Lalu, apa sebenarnya perbedaan di antara keempat gelar tersebut?
Baca Juga: Kenapa Raja Surakarta Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri?
Asal Usul Empat Kerajaan di Jawa
Kerajaan Mataram Islam dulunya merupakan kerajaan besar yang berpusat di Kartasura, kemudia Sala (Solo, Surakarta) sebelum konflik internal dan campur tangan Belanda memecah kerajaan menjadi dua.
Melalui Perjanjian Giyanti tahun 1755, wilayah Mataram di Solo terbagi dua, yaitu Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Perpecahan tidak berhenti di situ. Beberapa tahun kemudian muncul dua kadipaten, yaitu Kadipaten Pakualaman dan Kadipaten Mangkunegaran. Keempatnya hingga kini masih menjadi simbol budaya dan sejarah.
Berikut penjelasan singkat mengenai perbedaan dan asal-usul masing-masing pemimpin kerajaan tersebut.
Baca Juga: Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat
1. Hamengku Buwono: Pemimpin Kasultanan Yogyakarta
Gelar Hamengku Buwono digunakan raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang kini menjadi bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Raja pertamanya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono I, atau Pangeran Mangkubumi, yang naik tahta pada tahun 1755 setelah Perjanjian Giyanti.
Nama Hamengku Buwono berasal dari bahasa Jawa yang berarti pemelihara dunia. Gelar ini menggambarkan tanggung jawab seorang raja untuk melindungi rakyatnya dan menjaga keseimbangan kehidupan di bumi.
Artikel Terkait
Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta
Paku Buwono XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Hentikan Suara Gamelan hingga Pemakaman Selesai