TITIKTEMU.CO - Wafatnya SISKS Paku Buwono (PB) XIII membuka babak baru suksesi kepemimpinan Keraton Kasunanan Surakarta.
Namun, siapa yang akan meneruskan takhta sebagai Raja Surakarta selanjutnya masih menjadi teka-teki, meski sejumlah nama sudah mulai muncul.
Isu suksesi ini bukan hal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, nama Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya sudah disebut-sebut sebagai calon penerus.
Pada tahun 2022, PB XIII bahkan secara resmi mengangkat Purbaya sebagai putra mahkota, sekaligus menobatkan Asih Winarni sebagai permaisuri bergelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Paku Buwono XIII.
Pengukuhan ini berlangsung saat acara Tingalan Dalem Jumenengan atau peringatan ke-18 naik takhta PB XIII, di Sasana Sewaka, Keraton Surakarta. Ketika itu, usia Purbaya baru 21 tahun.
Namun, pengangkatan tersebut memunculkan pro dan kontra di kalangan keluarga besar keratin Surakarta. Salah satu pihak yang menolak adalah Gusti Moeng atau GKR Wandasari, adik PB XIII.
Baca Juga: Paku Buwono XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Hentikan Suara Gamelan hingga Pemakaman Selesai
Gusti Moeng menilai pengangkatan Purbaya sebagai Putra Mahkota tidak sesuai dengan adat dan tata aturan keraton. Dia menyebut status ibu Purbaya saat dinikahi PB XIII tidak memenuhi syarat sebagai permaisuri sejati.
Dalam adat keraton, permaisuri harus dinikahkan dalam status bhayangkari, yakni dinikahkan di Pendapa Sasana Sewaka dan pernikahan dilakukan oleh Sinuhun ayah dari pengantin pria.
“Dari sisi adat, ibu dari KGPH Purbaya tidak memenuhi syarat sebagai permaisuri,” ujar Gusti Moeng dalam kesempatan terpisah.
Tiga Pernikahan PB XIII dan Keturunannya
PB XIII diketahui pernah tiga kali menikah dan memiliki tujuh anak. Pertama dengan KRAy Endang Kusumaningdyah memiliki tiga anak, yaitu GKR Timoer, GRAy Devi Lelyana Dewi, dan GRAy Dewi Ratih Widyasari.
Setelah berpisah, PB XIII menikahi KRAy Winari Sri Haryani, dikaruniai tiga anak, yaitu GPH Mangkubumi, BRAy Sugih Oceania, dan GRAy Putri Purnaningrum. Pernikahan ini berakhir sebelum PB XIII naik takhta.
Artikel Terkait
Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa
Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung