TITIKTEMU.CO - Rasa duka menyelimuti Keraton Surakarta. Raja Kasunanan Surakarta. Pakubuwono (PB) XIII tutup usia pada Minggu, 2 November 2025, pukul 07.29 WIB di Rumah Sakit Indriati, Solo.
Sang raja berpulang pada usia 77 tahun setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar 100 hari akibat komplikasi penyakit.
Menurut adik Paku BUwono XII, Gusti Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), PB XIII akan dimakamkan di Makam Raja-Raja Pajimatan Imogiri, Yogyakarta, Rabu 5 November 2025.
Baca Juga: Raja Surakarta Pakubuwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta itu menambahkan awalnya pemakaman dilakukan Selasa. Namun, karena menurut perhitungan adat bukan merupakan hari,maka diputuskan Rabu.
“Itu jatuhnya Selasa Kliwon, bukan hari yang baik untuk prosesi penting. Maka diputuskan hari Rabu,” jelasnya.
Saat ini jenazah PB XIII sudah disemayamkan di Masjid Pujasana di lingkungan Keraton Surakarta. Di tempat inilah jenazah disucikan dan disemayamkan hingga hari pemakaman.
Baca Juga: Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Warga Boleh Melayat
Gusti Moeng mengungkapkan pihak keratin mempersilakan masyarakat umum yang ingin melayat dan memberikan penghormatan terakhir kepada PB XIII di Masjid Pujasana.
“Mulai nanti malam atau besok pagi, masyarakat boleh hadir untuk mendoakan Sinuhun. Tentu semuanya akan diatur panitia agar tetap tertib,” ujar Gusti Moeng.
Suasana sekitar Keraton Surakarta sendiri mulai ramai pelayat dan abdi dalem yang datang silih berganti. Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan melayat.
Sempat Keluar Masuk Rumah Sakit
Kerabat keraton, KPH Eddy Wirabhumi, menuturkan PB XIII sudah cukup lama menjalani perawatan karena komplikasi penyakit.
Artikel Terkait
Perjanjian Salatiga, Akhir Perlawanan Pangeran Sambernyawa
Ken Dedes, Perempuan yang Menurunkan Raja-raja di Jawa?
Dendam Lama dan Tahta Singkat Amangkurat III
Blunder Patih Gajah Mada di Perang Bubat
Perang Paregreg, Majapahit Menuju Keruntuhan
Keris Mpu Gandring, Ken Arok, dan Pertumpahan Darah di Kerajaan Singasari
Gayatri Rajapatni, Perempuan Agung di Balik Kejayaan Majapahit