• Jumat, 1 Juli 2022

'BAKMI JAWA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

- Selasa, 21 Juni 2022 | 08:48 WIB
Penulis bersama teman-teman sekolah (Istimewa)
Penulis bersama teman-teman sekolah (Istimewa)

"BAKMI JAWA"

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

TITIKTEMU.CO - Dua bulan lalu, saya pulang kampung, ke Yogya. Dan, bertemu dengan beberapa kawan sekolah waktu SMA dulu. Agenda utama saat ketemu mereka: makan Bakmi Jawa. Sepertinya biasa saja, makan Bakmi Jawa.

Tetapi, makan Bakmi Jawa bagi kami adalah semacam ritual, yang harus dilakukan saat bertemu. Ritual peneguh persahabatan dan persaudaraan. Karena ritual, kami tidak bosan-bosan melakukannya, kapan pun bertemu. Padahal, di Yogya ada begitu banyak pilihan kuliner, makanan. Tapi, ya… ujung-ujungnya pilihannya jatuh pada Bakmi Jawa.

Persahabatan itu sangat penting. Kata Horatius (65 – 8 SM) penyair Romawi, Amicus dimidium animae meae, sahabat adalah belahan jiwaku. Karena belahan jiwa, maka ada yang mengatakan, sahabat adalah diriku yang lain.

Baca Juga: TENTANG ‘KEKASIH’ BARU KAESANG (1): Erina Gudono Tanggapi Soal 'Puteri Terfitnah'

Tetapi, dalam praktiknya tidak jarang persahabatan direduksi secara eksklusif pada “in group”, “kami bukan kita” dan lebih parahnya lagi disuburkan oleh mentalitas primordial yang dari waktu ke waktu terasa makin kuat.

Mereka yang tidak sepaham dengan nilai-nilai yang dihayati “in group”, dipandang sebagai “yang lain”, liyan. Bahkan, diperlakukan sebagai lawan yang berbahaya. Dan, dimasukkan ke dalam kotak “mereka” bukan “kita”.

***

Halaman:

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X