PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 11 Mei 2025 | 09:34 WIB
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)

Perjalanan Penuh Berkat, Membawa, dan Membagi Berkat

PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Vatikan

TITIKTEMU.CO - Asap putih mengepul dari cerobong di atas Kapel Sistina, hari Kamis (8/5) sore, pukul 18.00

Ketika asap putih mengepul keluar dari cerobong Kapel Sistina pada tanggal 8 Mei 2025, pukul 18.00 waktu Roma, memberi tahu masyarakat luas, tidak hanya umat Katolik di seluruh dunia, bahwa 133 kardinal-elektor telah menyelesaikan pemungutan suara untuk memilih paus ke-267.

Asap putih menandai konklaf—pemilihan paus baru untuk menggantikan Paus Fransiskus yang meninggal 21 April lalu—sudah selesai. Kabar suka cita segera akan tersebar ke seluruh dunia.

Baca Juga: Profil Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Serikat yang Memimpin Gereja Katolik

Dengan demikian berakhirlah sudah Konklaf yang dimulai sejak hari Rabu (7/5) sore lalu. Konklaf 2025 ini lebih pendek dibanding konklaf sebelumnya: empat putaran pemungutan suara.

Paus Fransiskus meninggal pada tanggal 21 April di usia 88 tahun. la terpilih pada tanggal 13 Maret 2013, setelah lima putaran pemungutan suara dalam konklaf dua hari.

Pendahulunya, Paus Benediktus XVI, terpilih pada tanggal 19 April 2005, setelah empat putaran pemungutan suara dalam dua hari. Paus Benediktus mengundurkan diri sebagai paus pada tanggal 11 Februari 2013, pada usia 85 tahun; meninggal pada tanggal 31 Desember 2022, pada usia 95 tahun.

Baca Juga: Konklaf Tercepat Sepanjang Sejarah: Paus Terpilih Hanya dalam 33 Jam

Setelah tiga hari dalam delapan putaran pemungutan suara, para kardinal pada tanggal 16 Oktober 1978, memilih Kardinal Polandia, Karol Wojtyla yang kemudian bergelar Paus Yohanes Paulus II; menjadi puas pertama non-Italia sejak 1523.

Sepanjang masa kepausannya, ia dikenal karena aksesibilitas dan keterbukaannya, terlibat lamgsung dengan umat beriman dan berpartisipasi dalam acara-acara publik yang penting.

Salah satu momen yang paling berdampak, terjadi selama kunjungannya ke negeri asalnya, Polandia (1979), yang disambut jutaan orang dalam Misa. Ini menumbuhkan rasa percaya did rakyat Polandia, sekaligus harapan dan perlawanan menghadapi rezim komunis yang akhirnya gulung tikar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X