"JIKA SEBUAH NADA DIBERIKAN HAK"
- Kasus Keenan Nasution vs Vidi Aldiano, dan Evolusi Royalti Lagu (2)
Oleh Denny JA
TITIKTEMU.CO - “Musik itu suara jiwa. Tapi suara jiwa itu pun harus dihargai secara duniawi.”
Kemelut antara Keenan Nasution dan Vidi Aldiano mengguncang ruang sunyi kesenian Indonesia. Lagu Nuansa Bening—yang tercipta lebih dari empat dekade lalu, kini menjadi gugatan bernilai 24,5 miliar rupiah.
Apa yang dulu mengalir dari jiwa, kini dipersoalkan dalam angka dan hukum.
Sebagian publik melihat gugatan ini sebagai tuntutan finansial belaka. Tapi jika ditarik ke akar sejarah, persoalan ini jauh lebih dalam.
Ia menyentuh satu hal: hak sebuah nada, dan bagaimana dunia belajar menghargainya.
Maka saya pun teringat kisah lama, di benua yang jauh.
Baca Juga: ROYALTI LAGU DI INDONESIA DAN KISAH KEENAN NASUTION MENUNTUT 24,5 MILIAR RUPIAH, Oleh Denny JA
Pada suatu malam di tahun 1847, dalam semarak Paris yang muram namun penuh nyawa, sekelompok komposer duduk di Café des Ambassadeurs.
Di antara mereka, Ernest Bourget—penulis lirik ternama Prancis.
Orkestra memainkan lagu. Pelanggan bersulang. Tapi satu nada yang terdengar di panggung adalah ciptaan Bourget sendiri—tanpa izin, tanpa bayaran, tanpa penghargaan.
Malam itu, mereka menuntut. Dan menang.
Artikel Terkait
PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (3): DUNIA PENUH GEJOLAK
KETIKA UNIVERSITAS HARVARD MEMILIH UNTUK MELAWAN PRESIDEN DONALD TRUMP
'PEMBANTAIAN DI FINAL LIGA CHAMPIONS EROPA 2025 DAN FILOSOFI BARU SEPAKBOLA' Oleh: Denny JA
'ARTIFICIAL INTELLIGENCE TAK MEMBUNUH PENULIS, TAPI MENGUBAHNYA', Oleh Denny JA
OPINI "Nyenyak di Hotel Mewah, Gelisah di Rumah Rakyat" Oleh: Budiawan, Host "Cangkrukan"
'ELON MUSK PUN SERUKAN PEMECATAN DONALD TRUMP', Oleh Denny JA
"ROYALTI LAGU DI INDONESIA DAN KISAH KEENAN NASUTION MENUNTUT 24,5 MILIAR RUPIAH", Oleh Denny JA