PAUS LEO XIV: PERTPAUS LEO XIV : PERTANDA ZAMAN (2): BUKAN TEOLOG, BUKAN DIPLOMAT

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 13 Mei 2025 | 18:55 WIB
Para Kardinal bersiap melakukan konklaf pemilihan  Paus baru (Trias Kuncahyono)
Para Kardinal bersiap melakukan konklaf pemilihan Paus baru (Trias Kuncahyono)

'Perjalanan Penuh Berkat, Membawa, dan Membagi Berkat'

PAUS LEO XIV: PERTPAUS LEO XIV : PERTANDA ZAMAN (2): BUKAN TEOLOG, BUKAN DIPLOMAT

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis buku dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Vatikan 

TITIKTEMU.CO - Dalam suatu pertemuan di KBRI Takhta Suci, Kardinal Suharyo menceritakan tentang berbagai topik yang dibicarakan dalam General Congregation, Kongregasi Umum.

Ini adalah pertemuan para kardinal–kardinal-elektor maupun bukan elektor, yang diselenggarakan sebelum konklaf di Aula Paulus VI, Vatikan.

Kongregasi Umum terakhir atau yang ke-12, berlangsung pada tanggal 6 Mei 2025, sehari sebelum konklaf dimulai, 7 Mei 2025.

Pertemuan terakhir ini dihadiri oleh 173 kardinal, termasuk 130 kardinal-elektor yang salah seorang di antaranya adalah Kardinal Ignatius Suharyo.

Dalam pertemuan itu ada 26 intervensi dari para kardinal yang sebagian besar adalah para teolog dan filsuf kondang. Intervensi-intervensi tersebut, misalnya, fokus pada reformasi Paus Fransiskus yang perlu dilanjutkan: undang-undang tentang pelecehan seksual, isu ekonomi, Kuria Roma, sinodalitas, upaya untuk perdamaian, dan kepedulian terhadap ciptaan.

Baca Juga: PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE

Tema persekutuan ditekankan sebagai panggilan bagi Paus baru untuk menjadi Pontifex, pembangun jembatan, gembala, guru kemanusiaan, dan wajah Gereja Samaria.

Di masa perang, kekerasan, dan polarisasi yang mendalam sekarang ini, ada kebutuhan akan Paus yang penuh belas kasih, sinodalitas, dan harapan.

Yang dibutuhkan zaman sekarang adalah seorang paus yang menjadi gembala. Jadi, bukan seorang diplomat, bukan teolog, bukan pula birokrat melainkan seorang pastor, seorang gembala, yang tahu domba-dombanya; gembala yang berbau domba, mengutip rumusan Paus Fransiskus.

Baca Juga: Profil Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Serikat yang Memimpin Gereja Katolik

Kata Kardinal Suharyo, bahkan, para kardinal mengusulkan, agar siapa pun yang nantinya terpilih sebagai paus, menggunakan nama atau Yohanes (mengacu pada Paus Santo Yohanes XXIII) atau Paus Fransiskus. Yang lebih penting lagi, siapa pun yang terpilih didukung oleh semua kardinal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: kredensialnews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X