TITIKTEMU.CO
RESHUFFLE
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
“Tempus fugit”…waktu terus berjalan. Begitu, kata Publius Ovidius Naso (43 SM – 17 M), seorang penyair kondang. Ya, waktu berlalu begitu saja, kita sadari maupun tidak kita sadari.
Begitu pula masa pemerintahan Presiden Jokowi pun akan berakhir pada saatnya. Maka, di masa-masa terakhir, di lap terakhir harus gas-pol istilahnya untuk mewujudkan tekadnya ketika mengawali masa pemerintahannya: mensejahterakan rakyat, memajukan bangsa dan negara, mewujudkan negara yang adil makmur, gemah ripah lohjinawi, aman titi tentrem, lan kerta raharja.
Untuk itu diperlukan tim yang benar-benar solid, yang benar-benar dan sungguh-sungguh bekerja, yang bisa fokus pada pekerjaannya sebagai menteri, yang profresional, yang get things done, mrantasi.
Baca Juga: Australia dan Kostarika Lengkapi Jumlah 32 Peserta Piala Dunia Qatar 2022
Yang sudah berpikiran mendua, yang sudah tidak bisa fokus pada pekerjaan utamanya, dan juga yang tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan, semestinya diganti.
Maka ketika tersiar berita akan ada reshuffle kabinet, segeralah beredar secara cepat berita itu. Memang ada sikap pro dan kontra. Yang pro mengatakan memang perlu ada reshuffle kabinet. Karena pemerintah harus kerja cepat menuntaskan program kerjanya yang terganggu karena pandemi Covid-19, dua tahun terakhir. Sehingga para menteri yang kinerjanya tidak pas lagi, memang harus diganti. Apalagi yang sudah mendua hati, karena menyiapkan Pilpres 2024.
Yang menentang menyatakan, “Ah, tanggung, waktunya tinggal sedikit.” Lagian pula menteri baru harus mulai dari awal lagi. Apakah menteri yang baru langsung cepat beradaptasi dan beraksi dalam membuat kebijakan dalam waktu singkat.
Baca Juga: Haji 2022 : Wukuf di Hari Jumat, Jemaah Mendapatkan Haji Akbar, Ini Kemuliaannya
Meski demikian, ketika berita soal reshuffle itu tersiar, segera muncul nama sejumlah menteri yang diperkirakan akan diganti. Ada sejumlah menteri yang menurut penilaian publik, tak pas lagi atau sudah mendua hati atau berkinerja kurang.
Tapi, itu penilaian publik yang belum tentu atau malah sama sekali berbeda dengan penilaian presiden yang memiliki hak prerogatif soal pengangkatan dan penggantian menteri.
***
Artikel Terkait
NGOBROL CAPRES oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL DENGAN JENDERAL, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"THE GODFATHER" Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"KETIBAN PULUNG" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Reshuffle Kabinet Rabu Pahing, Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto Dilantik menjadi Menteri Bersama Tiga Wamen
Zulhas Jadi Mendag, Emak-emak Minta Atasi Harga-harga yang Melonjak
Giring: PSI akan Bantu Pak Hadi dan Bro Toni Lanjutkan Reformasi Agraria