PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 11 Mei 2025 | 09:34 WIB
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)

Baca Juga: 15 Golongan Masyarakat Jakarta Berhak Mendapatkan Transportasi Gratis MRT, LRT, dan TransJakarta

Masa kepausannya berlangsung 27 tahun. la menjadi tokoh penting dalam dialog antaragama dan politik global, mengadvokasi hak-hak asasi manusia dan kebebasan beragama. la berperan penting dalam ambruknya rezim komunis di Eropa Timur, termasuk Uni Soviet.

Paus Santo Yohanes Paulus II, pernah hendak dibunuh oleh Mehmed Ali Agca. Tanggal 13 Mei 1981, di Lapangan St. Petrus, All Agca menembak Paus, dari jarak dekat. Setelah sembuh dari luka tembaknya, Paus menemui All Agca di penjara, dan memaafkannya.

Baca Juga: Kabar Baik! BBN II Dihapus dan Syarat Pajak Kendaraan Bermotor di Banten Dibebaskan Hingga Juni 2025

Sementara, masih hangat dan segar dalam ingatan, Paus Fransiskus yang dikenal karena kerendahan hatinya, kesederhanaannya yang otentik, kepeduliannya pada masyarakat terpinggirkan secara tulus, yang berhati terbuka kepada siapa saja, yang fokus pada keadilan sosial, dan berusaha memodernisasi Gereja, tidak risih selfie, yang secara terbuka mengakui sebagai "a sinner", mengupayakan secara serius persaudaraan antar-umat beragama, memperjuangkan perdamaian dunia, peduli pada lingkungan hidup, dimaklumkan oleh masyarakat dunia sebagai "Pope of Peace, Pope of Mercy, Pope A Man of His Word, dan Pope of People"

Konklaf tahun 2025 ini adalah konklaf yang normal: dilakukan setelah seorang paus meninggal. Sebab, Tahun 2022 ketika seorang paus meninggal (Paus Benediktus XVI), tidak diselenggarakan konklaf sebagai mana biasanya. Sehingga antara tahun 2013 – 2022, ada dua paus Roma, sebagaimana digambarkan dalam film The Two Pope (2019) yang disutradarai Fernando Meirelles.

Baca Juga: Jalur Domisili SPMB 2025: Pengganti Jalur Zonasi, Ini Syarat Lengkapnya

Meskipun, salah satunya sudah mengundurkan yakni Paus Benediktus XVI sehingga, tidak memunculkan "Matahari Kembar" di Vatikan sebagaimana yang terjadi di zaman Western Schism, pada periode dari 1378 hinggs 1417. Misalnya, pada 1378, di Roma dipilih Uskup Agung Bartolomeo Prignano menjadi paus: Paus Urbanus VI. Tapi, tak lama kemudian para kardinal Perancis memilih Kardinal Robert dari Geneva sebagai paus: Paus Clement VII yang oleh Gereja Roma disebut sebagai antipope (Encyclopaedia Britannica).

Sebagaimana tradisi, sebelum Konklaf 2025 berlangsung, tidak ada favorit—yang sangat difavoritkan untuk jadi paus—yang jelas. Karena, tidak ada partai politik di Gereja Katolik dan tidak ada proses pencalonan publik. Hanya para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun yang boleh ikut konklaf dan memiliki hak suara dan bisa dipilih.

Baca Juga: Jangan Asal Pasang! Ini Aturan Lengkap Pelat Nomor Kendaraan yang Wajib Kamu Tahu

Memang, muncul daftar papabile (istilah Italia untuk menyebut "yang layak menjadi paus," atau calon paus). Papabile muncul ketika kandidat potensial tertentu memenuhi kualifikasi tertentu: pengalaman kepemimpinan, tulisan-tulisan yang menonjol, dan bisikan di antara para kardinal sendiri tentang siapa yang mereka lihat sebagai calon yang mungkin. Tentu, itu semua menurut para pengamat atau pengulas Vatikan, menurut media atau lembaga-lembaga survei.

Apakah hasilnya seperti yang mereka perkirakan? Tidak ada yang jaminan. Sebab, konklaf adalah proses pemilihan yang sangat khas dan unik.

Sebelum konklaf sejumlah kardinal disebut-sebut sebagai papabile. Misalnya, Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina), Kardinal Jospeh Tobin (AS), Kardinal Pietro Parolin (Italia), Kardinal Jose Tolentino de Mendonca (Portugal), Kardinal Fridolin Ambongo Besungu (Republik Demoktik Kongo), Kardinal Peter Erdo (Hungaria), Kardinal Robert Francis Prevost (AS), Kardinal Gerald Lacroix (Kanada), Kardinal Mario Grech (Malta), Kardinal Pierbattista Pizzaballa (Jerusalem-Italia), Kardinal Jean-Marc Aveline (Perancis), Kardinal Robert Francis Prevost (AS), dan Kardinal CristObal Lopez Romero (Maroko).

Baca Juga: Syarat Daftar Antrian KJP Online 2025: Jadwal Pasar Jaya dan Cara Pendaftaran Secara Cepat

Tetapi, karya Tuhan penuh kajutan. Kata Rasul St. Paulus pada umat di Efesus: Jangan membatasi karya Allah dengan sempitnya pola fikir kita, biarlah Allah bekerja menurut kehendak-Nya, sesuai denan kekayaan dan kemulianNya. Begitulah yang terjadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X