TITIKTEMU.CO - Umat Katolik dunia akhirnya memiliki pemimpin baru setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Konklaf pemilihan Paus baru yang dimulai Rabu (7/5) di kapel Sistina, Vatikan telah menetapkan Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Sebagai Paus Baru dengan nama LEONEM XIV atau Paus LEO XIV.
Robert Francis Prevost mencatatkan diri sebagai Paus pertama dari Amerika Serikat dalam sejarah kepausan. Ia adalah Paus ke-267. Sebelumnya Robert Prevost di Vatikan adalah sebagai kepala departemen yang menangani penunjukan uskup.
Baca Juga: Dari Kapel Sistina ke Takhta Suci: Mengungkap Proses Pemilihan Paus dalam Tradisi Konklaf
Prevost juga sempat menjadi misionaris di Peru, memberikan warna internasional dalam pengalamannya. Reputasinya sebagai pemimpin rohani dan organisatoris membuatnya sangat diperhitungkan.
Mekanisme Konklaf: Bagaimana Paus Baru Dipilih?
Total ada 133 kardinal elektor yang memiliki hak suara dalam konklaf kali ini.
Hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun yang diizinkan mengikuti pemilihan Indonesia diwakili oleh Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta.
Agar bisa terpilih sebagai Paus, seorang kardinal harus memperoleh dukungan minimal dua pertiga suara.
Baca Juga: Konklaf 2025 Resmi Dimulai, Siapa yang Akan Jadi Paus Berikutnya?
Setelah hasilnya sah, cerobong asap Kapel Sistina memancarkan asap putih, pertanda Paus baru telah terpilih dan siap menyapa umat di Lapangan Santo Petrus. Pemimpin baru spiritual umat Katolik telah terpilih yakni PAUS LEONEM XIV.***
Artikel Terkait
Bukan di Vatikan, Ini Lokasi di mana Paus Fransiskus Ingin Dimakamkan dan Jadwalnya
Israel Hapus Ucapan Duka untuk Paus Fransiskus: Dunia Bertanya-tanya, Ternyata ini Alasannya
Presiden Prabowo Tunjuk Jokowi Wakili Indonesia dalam Pemakaman Paus Fransiskus
Konklaf 2025 Resmi Dimulai, Siapa yang Akan Jadi Paus Berikutnya?
Dari Kapel Sistina ke Takhta Suci: Mengungkap Proses Pemilihan Paus dalam Tradisi Konklaf