Siapa yang mereka pilih? Ketika deakon kardinal senior, Kardinal Dominique Francois Joseph Mamberti (73), muncul di balkon tengah Basilika St. Petrus dan mengumumkan siapa paus ke-267 atau ke-266 setelah Petrus sebagai paus pertama, pertanyaan terjawab.
Kata Kardinal Memberti:"Annuntio vobis gaudium magnum : Habemus Papam..." Saya mengumumkan kepada kalian, berita yang sangat menggembirakan: Kita memiliki seorang Paus. Kardinal Robert Francis Prevost (69).
Baca Juga: Luna Maya yang Baru Menikah dengan Maxime Bouttier, Ungkap Alasan Lakukan Egg Freezing Sejak 2022
Lapangan St. Petrus dan sepanjang Via della Conciliazione sepanjang 500 meter dari Lapangan St. Petrus sampai Castel Sant' Angelo, seperti meledak. Ribuan orang yang berdesak-desakan di tempat itu bertepuk tangan, berteriak-teriak kegirangan, dan bersorak-sorai. Banyak yang saling berpelukan mengungkap kegebiraannya...Habemus Papam... Ada pula yang lantas berdoa.
Suasana bertambah meriah ketika enam lonceng di menara basilika (bagian selatan) berdentang bersamaan mengabarkan berita suka cita. Lonceng itu ditambahkan di zaman Paus Benediktus XIII (bertakhta, 1724 – 1731) dan menempatkan di sisi selatan basilika adalah Paus Pius VI (bertakhta, 1775 – 1799).
Burung-burung camar beterbangan di atas Lapangan St. Petrus dan basilika, seakan ikut merayakan kebahagiaan itu. Beberapa saat sebelum asap putih mengepul dari cerobong merah marun yang menyembul dari genteng Kapel Sistina, tempat konklaf dilaksanakan, beberapa burung camar secara bergantian "menjaga" cerobong asap itu. Mereka seakan ingin meyakinkan bahwa cerobong itu, yang dipandangi terus oleh ribuan pasang mata, bisa berfungsi baik.
Baca Juga: Setelah Jumbo Sukses Besar, Kini Giliran Film Animasi Adit Sopo Jarwo Hadir di Bioskop!
Burung-burung itu seakan paham juga, bahwa kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh lebih semiliar orang di seluruh dunia, akan bermula dari cerobong itu. Sudah tiga kali asap mengepul dari cerobong. Tapi, yang dibawa bukan kabar gembira. Karena mama asap masih hitam. Asap yang meminta doa pada siapa saja agar konklaf lancar dan asap jadi putih.
Kardinal Francis Prevost OSA dari AS, lahir 14 September 1955 di Chicago, Illinois dari pasangan Louis Marius Prevost (keturunan Prancis dan Italia), dan Mildred Martinez, keturunan Spanyol.
Namun, Jan Honora, ahli bahasa Louisiana Creole (bahasa Kreaol Louisiana), menyatakan bahwa leluhur ibu Kardinal Prevost, memiliki ras campuran kulit hitam. Joseph Martinez, orangtua Mildred Martinez, kelahiran Haiti menikah dengan penduduk asli New Orleans, Louise Basquie, seorang Creole (National Catholic Reporter, 8 Mei 2025).
Baca Juga: Beasiswa Garuda 2025 Gelombang 2 Resmi Dibuka: Kesempatan Emas Kuliah D4/S1 di Luar Negeri
Maka, menurut National Catholic Reporter, Leo XIV dapat dianggap sebagai paus kulit hitam pertama dalam sejarah Gereja Katolik. Meskipun tidak jelas bagaimana ia mengidentifikasi dirinya secara rasial.
la memiliki dua saudara laki-laki, Louis Martin dan John Joseph, mengejutkan banyak kalangan. la seorang Amerika Serikat, yang sebelumnya seperti ada anggapan para kardinal tabu memilih paus dari AS.
Tapi, Kardinal Prevost yang lama menjadi misionaris di Peru memiliki kewarganegaraan ganda: AS dan Peru. Jadi yang dianggap "tabu" itu, runtuh sudah.
Artikel Terkait
Jumlah harta Paus Fransiskus Sebelum Meninggal Dunia Dikabarkan Kurang dari Rp2,2 juta Padahal Kekayaan Bersihnya Rp306 Miliar
Paus Fransiskus dan Pilihan Hidup Tanpa Gaji: Keteladanan yang Langka di Era Modern
Dari Kapel Sistina ke Takhta Suci: Mengungkap Proses Pemilihan Paus dalam Tradisi Konklaf
Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, Pemimpin Umat Katolik Dunia Yang Baru dengan Nama Paus Leo XIV
Konklaf Tercepat Sepanjang Sejarah: Paus Terpilih Hanya dalam 33 Jam
Profil Paus Leo XIV: Paus Pertama dari Amerika Serikat yang Memimpin Gereja Katolik
Diwakili oleh Mensesneg Presiden Prabowo Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Paus Leo XIV: Momen Penting Bagi Perdamaian Dunia