PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 11 Mei 2025 | 09:34 WIB
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)

Siapa yang mereka pilih? Ketika deakon kardinal senior, Kardinal Dominique Francois Joseph Mamberti (73), muncul di balkon tengah Basilika St. Petrus dan mengumumkan siapa paus ke-267 atau ke-266 setelah Petrus sebagai paus pertama, pertanyaan terjawab.

Kata Kardinal Memberti:"Annuntio vobis gaudium magnum : Habemus Papam..." Saya mengumumkan kepada kalian, berita yang sangat menggembirakan: Kita memiliki seorang Paus. Kardinal Robert Francis Prevost (69).

Baca Juga: Luna Maya yang Baru Menikah dengan Maxime Bouttier, Ungkap Alasan Lakukan Egg Freezing Sejak 2022

Lapangan St. Petrus dan sepanjang Via della Conciliazione sepanjang 500 meter dari Lapangan St. Petrus sampai Castel Sant' Angelo, seperti meledak. Ribuan orang yang berdesak-desakan di tempat itu bertepuk tangan, berteriak-teriak kegirangan, dan bersorak-sorai. Banyak yang saling berpelukan mengungkap kegebiraannya...Habemus Papam... Ada pula yang lantas berdoa.

Suasana bertambah meriah ketika enam lonceng di menara basilika (bagian selatan) berdentang bersamaan mengabarkan berita suka cita. Lonceng itu ditambahkan di zaman Paus Benediktus XIII (bertakhta, 1724 – 1731) dan menempatkan di sisi selatan basilika adalah Paus Pius VI (bertakhta, 1775 – 1799).

Burung-burung camar beterbangan di atas Lapangan St. Petrus dan basilika, seakan ikut merayakan kebahagiaan itu. Beberapa saat sebelum asap putih mengepul dari cerobong merah marun yang menyembul dari genteng Kapel Sistina, tempat konklaf dilaksanakan, beberapa burung camar secara bergantian "menjaga" cerobong asap itu. Mereka seakan ingin meyakinkan bahwa cerobong itu, yang dipandangi terus oleh ribuan pasang mata, bisa berfungsi baik.

Baca Juga: Setelah Jumbo Sukses Besar, Kini Giliran Film Animasi Adit Sopo Jarwo Hadir di Bioskop!

Burung-burung itu seakan paham juga, bahwa kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh lebih semiliar orang di seluruh dunia, akan bermula dari cerobong itu. Sudah tiga kali asap mengepul dari cerobong. Tapi, yang dibawa bukan kabar gembira. Karena mama asap masih hitam. Asap yang meminta doa pada siapa saja agar konklaf lancar dan asap jadi putih.

Kardinal Robert Prevost dari Amerika  Serikat terpilih sebagai Paus baru dengan nama Paus LEO XIV
Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai Paus baru dengan nama Paus LEO XIV (instagram.com @vaticannews)

Kardinal Francis Prevost OSA dari AS, lahir 14 September 1955 di Chicago, Illinois dari pasangan Louis Marius Prevost (keturunan Prancis dan Italia), dan Mildred Martinez, keturunan Spanyol.

Namun, Jan Honora, ahli bahasa Louisiana Creole (bahasa Kreaol Louisiana), menyatakan bahwa leluhur ibu Kardinal Prevost, memiliki ras campuran kulit hitam. Joseph Martinez, orangtua Mildred Martinez, kelahiran Haiti menikah dengan penduduk asli New Orleans, Louise Basquie, seorang Creole (National Catholic Reporter, 8 Mei 2025).

Baca Juga: Beasiswa Garuda 2025 Gelombang 2 Resmi Dibuka: Kesempatan Emas Kuliah D4/S1 di Luar Negeri

Maka, menurut National Catholic Reporter, Leo XIV dapat dianggap sebagai paus kulit hitam pertama dalam sejarah Gereja Katolik. Meskipun tidak jelas bagaimana ia mengidentifikasi dirinya secara rasial.

la memiliki dua saudara laki-laki, Louis Martin dan John Joseph, mengejutkan banyak kalangan. la seorang Amerika Serikat, yang sebelumnya seperti ada anggapan para kardinal tabu memilih paus dari AS.

Tapi, Kardinal Prevost yang lama menjadi misionaris di Peru memiliki kewarganegaraan ganda: AS dan Peru. Jadi yang dianggap "tabu" itu, runtuh sudah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X