Oleh Agus Sulistriyono - CEO Promedia Group
TITIKTEMU.CO, Jakarta - Kasus keracunan siswa usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti tidak pernah benar-benar berhenti.
Berita tentang siswa yang mengalami keracunan MBG itu selalu muncul di media meski permasalahnnya sudah ditangani.
Satu kasus diselesaikan muncul kasus yang sama di daerah lain. Dapur diperiksa, SPPG disuspend, standar diperketat, namun kejadian muncul lagi.
Kasus keracunan MBG yang berulang tersebut menjadi perhatian Agus Sulistriyono, CEO Promedia Group.
"Kalau sebuah persoalan terus berulang, sudah waktunya kita berhenti hanya bertanya siapa yang salah," kata Agus dalam tulisannya.
Lebih dalam Agus menyoroti, "Kita perlu bertanya lebih mendasar: Jangan-jangan yang harus dievaluasi bukan hanya pelaksanaannya, tetapi modelnya?".
Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengalami pergantian kepemimpinan. Sejumlah dapur ditertibkan, SPPG bermasalah dievaluasi dan pengawasan keamanan pangan diperketat.
Semua itu penting. Tetapi ada persoalan mendasar yang menurut saya belum cukup disentuh: Mengapa satu dapur harus melayani hingga ribuan porsi makanan setiap hari?
3.000 Porsi Bukan Angka Kecil
Mengolah 3.000 porsi makanan bukan pekerjaan sederhana. Bahan baku harus diterima, disimpan, dicuci, dipotong, dimasak, diporsikan ke ribuan wadah, diangkut, lalu didistribusikan ke sekolah. Semua berpacu dengan waktu karena makanan harus segera dikonsumsi.
Semakin besar volumenya, semakin kompleks prosesnya. Satu kesalahan pada satu mata rantai bisa berdampak kepada ratusan bahkan ribuan siswa. Karena itu, evaluasi jangan berhenti pada sertifikasi dapur, SOP atau kelengkapan petugas.
Baca Juga: Gempa NTT M7,7, Kemenkes Bangun RS Lapangan dengan Ruang Operasi dan 100 Tempat Tidur
Pertanyaan yang lebih fundamental adalah: Apakah skala 3.000 porsi dalam satu dapur memang yang paling aman dan ideal?
Artikel Terkait
Anggaran MBG Tak Boleh Lagi “Nebeng” Dana Pendidikan, Ini Putusan Terbaru MK
Update Dugaan Keracunan Massal MBG di SMKN 6 Semarang: 707 Siswa dan Guru Alami Gejala, Dinkes Masih Selidiki Penyebabnya
Kepala SPPG Karanganyar Muntah usai Cicip Menu MBG, 94 Paket Ayam Rempah Langsung Ditarik
Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Berastagi, Pernyataan ‘Berita Baik’ Bupati Karo Jadi Sorotan
SPPG Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Jadi Korban: 3 Alami Luka Bakar
Buntut Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Ancam Pecat Kepala SPPG hingga Bawa ke Jalur Hukum
Viral Pengusaha UMKM Tebet Mengaku Dipaksa Pindah Demi SPPG, Deposit Rp8 Juta Ditahan