9 Warga Disandera KKB di Mimika, Ada Anak SD dan Remaja Hamil: TNI Bergerak!

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 24 Agustus 2026 | 13:25 WIB
Sembilan warga masih dikuasai KKB di Mimika. TNI terus berupaya membebaskan mereka, termasuk anak-anak. (Instagram @pabardapu.info)
Sembilan warga masih dikuasai KKB di Mimika. TNI terus berupaya membebaskan mereka, termasuk anak-anak. (Instagram @pabardapu.info)

TITIKTEMU.CO-Sembilan warga belum pulang ke rumah. Di antara mereka terdapat anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, sehingga upaya pembebasan kini menjadi perhatian serius aparat keamanan.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia untuk misi kemanusiaan yang sedang dijalankan Kogabwilhan III. Pasukan TNI terus melakukan pencarian untuk menemukan dan membebaskan sembilan warga yang disebut masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.

Lucky menyampaikan bahwa operasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan keamanan. Ada warga sipil yang harus diselamatkan dari situasi yang dapat mengancam keselamatan mereka.

Baca Juga: Besok 25 Agustus 2026 Libur Sekolah? Cek Aturannya, Jangan Sampai Salah Jadwal!

Anak-anak Ikut Menjadi Korban

Hal yang paling mengkhawatirkan dari kasus ini adalah usia sebagian warga yang dibawa paksa. Dari sembilan orang tersebut, terdapat anak-anak yang masih duduk di kelas 3, 4, dan 6 sekolah dasar.

Selain anak-anak, terdapat pula perempuan berusia 18 tahun dan seorang remaja berusia 17 tahun yang disebut sedang dalam kondisi hamil muda. Kondisi tersebut membuat operasi pembebasan harus memperhitungkan keselamatan para korban secara serius.

Lucky menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan penculikan terhadap anak-anak maupun warga sipil. Mereka bukan pihak yang memilih berada dalam konflik bersenjata.

Baca Juga: 72 Tersangka Karhutla Terungkap, Bakar Lahan Demi Hemat Biaya Jadi Modus

Menurutnya, kondisi anak-anak yang berada dalam situasi penuh ancaman tentu menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Terlebih jika warga sipil kemudian digunakan sebagai tameng dalam konflik yang tidak mereka kehendaki.

Berawal dari Serangan di Distrik Jila

Kasus tersebut bermula ketika kelompok bersenjata menyerang pos aparat keamanan dari tiga arah di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Serangan itu kemudian memicu kontak tembak dengan aparat keamanan. Setelah melakukan serangan, kelompok bersenjata tersebut dilaporkan meninggalkan lokasi sambil membawa paksa sembilan perempuan.

Baca Juga: Seleksi PPIH 2027 Dibuka Besok, 5 Tahapan Ini Wajib Dilewati Calon Petugas Haji

Peristiwa tersebut membuat pencarian terhadap para korban menjadi bagian penting dari operasi yang dilakukan aparat. Fokusnya bukan hanya menghadapi kelompok bersenjata, tetapi juga menemukan warga yang keberadaannya masih belum diketahui secara aman.

TNI Terus Lakukan Pencarian

Lucky menyebut pasukan Satgas TNI masih berupaya mencari lokasi keberadaan sembilan warga tersebut. Operasi dilakukan dengan tujuan utama membawa para korban keluar dari situasi berbahaya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X