PAUS LEO XIV: PERTANDA ZAMAN (1): WHITE SMOKE, BLACK POPE

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 11 Mei 2025 | 09:34 WIB
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)
Paus Leo XIV memberikan salam kepada lebih dari seratus ribu umat yang berada di Lapangan St. Petrus dan Via della Conciliazione, dari balkon tengah Basilika St. Petrus, Vatikan. Ini penampilan pertama paus setelah terpilih (Reuters)

Baca Juga: Setelah Jumbo Sukses Besar, Kini Giliran Film Animasi Adit Sopo Jarwo Hadir di Bioskop!

Dan, kejutan kedua, Kardinal Prevost adalah seorang Agustinian—dari Ordo Santo Agustinus (OSA), yang bahkan dua kali menjadi pemimpin Agustinian.
Dengan menjadi pemimpin tertinggi Agustinian, ia sudah pergi ke berbagai pelosok dunia di mana para romo Agustianian berkarya. Dengan begitu mengetahui dan memahami berbagai persoalan Gereja di banyak wilayah. Ketiga, ia seorang misionaris.

Kejutan keempat. Paus Fransiskus mengangkat menjadi kardinal pada konsistori 30 September 2023. Saat itu, ia adalah Prefect of the Dicastery for Bishops (Prefek Dikasteri untuk para Uskup). Prefek ini bertanggung jawab atas penunjukan para uskup di seluruh dunia.

Baca Juga: Berapa Gaji Pengawas Koperasi Desa Merah Putih 2025? Simak Peran, Tugas, dan Cara Daftar

Dengan pengalamannya sebagai misionaris, menjadi uskup (Keuskupan Chiclayo, Peru), pemimpin Agustinian, ia benar-benar seorang pastor, gembala. Seorang gembala, kata Paus Fransiskus, harus berbau domba.

Kata Kardinal Suharyo, dalam General Congreation (pertemuan para kardinal untuk membahas berbagai persoalan, tantangan, dan kebutuhan Gereja serta tantangan dunia) sebelum konklaf, para kardinal menyatakan hendaknya paus baru bukan seorang diplomat, birokrat, tapi seorang gembala. Maka mereka pun akhirnya memilih Kardinal Prevost yang memiliki pengalaman penggembalaan lengkap.

Kejutan keima, Kardinal Prevost memilih nama sebagai paus: Pius XIV. Mengapa memilih nama Leo, bukan Yohanes, bukan Fransiskus, atau yang lain? (Bersambung ...)

 

*Sumber artikel: https://www.triaskredensialnews.com/kredensial/paus-leo-xiv-pertanda-zaman-1/ 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X