Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah warga. Selain itu, panas yang ditimbulkan dari kebakaran juga cukup tinggi sehingga membuat masyarakat di sekitar lokasi merasa khawatir.
"Untuk pemadaman kita akses dibagi dua, karena kan di sebelahnya permukiman itu. Cuma ada pagar pembatas tapi kan radiasinya sangat panas," jelas Bohir.
Baca Juga: Viral Pemilik Toko di Reo Gratiskan Susu dan Popok Bayi untuk Korban Gempa NTT: Tidak Cari Untung
Menurutnya, warga sempat panik akibat besarnya kobaran api. Petugas pun harus melakukan pemadaman dari dua sisi secara bersamaan.
"Jadi warga juga panik, kita jadi dibagi dua arah untuk pemadaman. Di dalam lokasi sama di dekat permukiman," sambungnya.
Petugas juga menghadapi kendala dalam memperoleh pasokan air. Untuk memenuhi kebutuhan pemadaman, petugas mengambil sumber air dari kawasan Kalimalang.
50 Bus Terbakar, 9 Armada Damkar Dikerahkan
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Adeng Hudaya, mengatakan kebakaran terjadi di area pangkalan dengan luas sekitar 800 meter persegi.
Banyaknya bus yang berada di lokasi membuat kobaran api dengan cepat membesar dan berpotensi merembet ke kendaraan lain.
"Kebakaran berasal dari pangkalan mobil bus. Sebanyak 50 bus yang sudah tidak beroperasi dilaporkan terbakar dalam kejadian tersebut," kata Adeng.
Baca Juga: Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang hingga Kerahkan 9.242 Personel
Untuk mengendalikan kebakaran, sebanyak sembilan armada pemadam kebakaran dari sejumlah sektor dikerahkan ke lokasi.
Petugas membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk melakukan proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah kobaran api dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Meski upaya pemadaman telah dilakukan secara maksimal, puluhan bus yang berada di area pangkalan tidak berhasil diselamatkan dan mengalami kerusakan akibat terbakar.
Tidak Ada Korban Jiwa, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Artikel Terkait
Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang hingga Kerahkan 9.242 Personel
Viral Pemilik Toko di Reo Gratiskan Susu dan Popok Bayi untuk Korban Gempa NTT: Tidak Cari Untung
BEM UI dan 25 Aliansi Demo di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan soal Ekonomi hingga Bencana Nasional
Terungkap di Sidang Perdana Kasus Daycare Little Aresha, Pengasuh Diduga Benamkan Kepala Anak ke Bak Mandi
Penuh Perjuangan, Guru SD Terpencil di Sulteng Bagikan Momen Persiapan Karnaval 17 Agustus