Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang hingga Kerahkan 9.242 Personel

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:04 WIB
Situasi demo BEM UI pada 18 Agustus 2026 saat masih tertahan di UOB.  (Threads/nurulfachiindri - egiiy)
Situasi demo BEM UI pada 18 Agustus 2026 saat masih tertahan di UOB. (Threads/nurulfachiindri - egiiy)

TITIKTEMU.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi mahasiswa kepada pemerintah. Massa mulai melakukan aksi sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara itu, aparat gabungan telah disiagakan untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya demonstrasi.

Sebelum aksi dimulai, polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga membawa barang-barang yang berpotensi memicu kericuhan antara peserta demonstrasi dan aparat keamanan.

Polisi Amankan 21 Orang Bawa Petasan hingga Flare

Polda Metro Jaya menyebut sebanyak 21 orang diamankan sebelum pelaksanaan aksi BEM UI. Mereka diduga membawa sejumlah barang yang dapat membahayakan peserta aksi, petugas, maupun masyarakat di sekitar lokasi.

Baca Juga: Lewat Rumah Duka, Drumband SMA Diponegoro Kisaran Viral karena Hentikan Permainan saat Pawai 17-an

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, ke-21 orang tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang saat ini dimintai keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait membawa barang-barang yang dapat membahayakan peserta aksi dan petugas pengamanan serta masyarakat di sekitar,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026).

Menurut Budi, sejumlah barang yang ditemukan di antaranya petasan, flare, serta botol yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov.

Polisi menduga keberadaan orang-orang tersebut berkaitan dengan upaya memancing terjadinya konflik antara mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan aparat yang melakukan pengamanan.

“Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum,” kata Budi.

Baca Juga: Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar, Kuasa Hukum Uji Penetapan Tersangka hingga Penggeledahan

Meski demikian, polisi masih mendalami identitas dan keterlibatan mereka, termasuk memastikan apakah orang-orang tersebut merupakan bagian dari massa mahasiswa yang mengikuti aksi.

Budi juga mengatakan pihaknya masih menyelidiki penggunaan flare, petasan, maupun botol yang diduga akan dijadikan bom molotov dalam aksi tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X