TITIKTEMU.CO – Upaya membantu warga terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus dilakukan berbagai pihak. Di tengah masa tanggap darurat, kepedulian juga datang dari masyarakat yang saling membantu memenuhi kebutuhan warga.
Salah satunya dilakukan oleh Nurdin, pemilik toko di Reo, Kabupaten Manggarai, NTT. Ia memilih membuka tokonya untuk membantu masyarakat terdampak gempa, terutama mereka yang membutuhkan kebutuhan dasar seperti susu bayi dan popok.
Kisah tersebut menjadi perhatian setelah video aktivitas Nurdin diunggah melalui akun Threads @kang_iman.
“Pemilik toko ini memaksakan diri membuka tokonya untuk bisa melayani kebutuhan masyarakat yang sangat darurat,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahan, dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Baca Juga: Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang hingga Kerahkan 9.242 Personel
“Gempa di NTT 7,7 SR justru membuatnya bisa saling berbagi dan saling menguatkan,” lanjutnya.
Buka Toko Bukan untuk Berjualan
Dalam video yang beredar, Nurdin menjelaskan bahwa dirinya meminta sejumlah karyawan untuk tetap membuka toko setelah gempa terjadi.
Namun, toko tersebut tidak dibuka untuk melakukan aktivitas jual beli seperti biasanya. Nurdin ingin tempat usahanya dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan barang-barang penting selama masa darurat.
Ia mengatakan kebutuhan bayi menjadi salah satu prioritas, termasuk susu dan popok.
“Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini, saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti untuk bayi, susu, dan pampers,” ujar Nurdin dalam video tersebut.
Baca Juga: Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar, Kuasa Hukum Uji Penetapan Tersangka hingga Penggeledahan
Menurut Nurdin, kondisi bangunan tokonya masih cukup baik setelah gempa. Meskipun sejumlah barang di dalam toko berantakan, persediaan barang secara umum masih dapat dimanfaatkan untuk membantu warga.
Ia pun meminta karyawannya membuka toko meski sebagian dari mereka juga tengah mengurus keluarga masing-masing yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
Profil Kombes Jerrold Kumontoy, Komandan Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
Kopdes Cilacap Sempat Dipakai Main Badminton, Menkop Ferry Juliantono: Enggak Apa-apa
Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar, Kuasa Hukum Uji Penetapan Tersangka hingga Penggeledahan
Lewat Rumah Duka, Drumband SMA Diponegoro Kisaran Viral karena Hentikan Permainan saat Pawai 17-an
Demo BEM UI di Bundaran HI, Polisi Amankan 21 Orang hingga Kerahkan 9.242 Personel