Kenapa Ada Kopdes Dibangun Dekat Kuburan hingga Tengah Tambak? Ini Jawaban Menkop

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:36 WIB

TITIKTEMU.CO-Kalau sebuah koperasi desa berdiri di dekat makam, berada di tengah kawasan tambak, atau tampak sendirian di kaki gunung, wajar jika publik bertanya-tanya: siapa yang menentukan lokasinya?

Fenomena Kopdes Merah Putih yang berdiri di sejumlah lokasi tak biasa belakangan ramai diperbincangkan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono pun angkat bicara dan menyebut lokasi-lokasi yang dinilai kurang ideal tersebut sebenarnya hanya sebagian kecil dari puluhan ribu koperasi yang sedang dibangun.

Baca Juga: Tukang Becak Masuk Desil 9, Lurah Desil 8: DPR Minta Pemerintah Jangan Cuma Percaya Data

Lokasi Kopdes Ditentukan Lewat Musyawarah Desa

Ferry menyebut dari sekitar 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tengah dibangun, jumlah lokasi yang dinilai tidak ideal kurang dari 10.

Menurutnya, penentuan lokasi bukan keputusan sepihak pemerintah pusat. Lokasi koperasi diputuskan melalui musyawarah di tingkat desa dengan melibatkan pihak setempat.

Artinya, ketika sebuah lokasi kemudian dianggap “nyeleneh”, ada konteks lokal yang perlu dilihat. Pemerintah desa disebut memiliki pertimbangan sendiri saat memilih lahan, termasuk soal posisi, akses, dan rencana pengembangan wilayah.

Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Jago Urusan Gempa dan Gunung Api, Negara Lain Ikut Minta Bantuan

Ferry mengatakan pemerintah pusat tetap membuka telinga terhadap kritik masyarakat. Jika ternyata ditemukan persoalan teknis setelah pembangunan berjalan, pemerintah desa diharapkan ikut mencari jalan keluarnya.

Laporan Lokasi Kopdes Ramai Masuk Call Center

Menariknya, sejumlah lokasi Kopdes Merah Putih yang viral di media sosial ternyata juga masuk dalam laporan call center Kementerian Koperasi.

Ferry mengaku menerima laporan mengenai koperasi yang disebut berada di tengah pemakaman. Setelah diperiksa, lokasi tersebut ternyata bukan berada di tengah makam, melainkan berada di bagian pinggir atau samping area pemakaman.

Baca Juga: 2.000 Warga Depok Turun ke Jalan, 3 Tuntutan Ini Bakal Dibawa ke DPR pada 27 Agustus

Ada pula laporan mengenai kabar sebuah sekolah dasar yang disebut dibongkar untuk pembangunan koperasi. Setelah ditelusuri, informasi itu dinyatakan tidak sesuai fakta karena akses menuju bangunan koperasi berada melalui jalan kecil di samping sekolah.

Menurut Ferry, banyaknya laporan justru menjadi alasan pihaknya terus merespons informasi yang masuk. Setiap aduan perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum kesimpulan dibuat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X