TITIKTEMU.CO-Bayangkan perjalanan dari Bogor Barat ke jaringan KRL Jabodetabek tanpa harus berjibaku lama dengan kemacetan jalan raya.
Gambaran itu mulai muncul lewat rencana pembangunan jalur kereta Parung Panjang-Jasinga yang diproyeksikan memiliki enam stasiun baru.
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tengah menyiapkan pengembangan transportasi berbasis rel tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah Bogor Barat.
Rencana ini juga diarahkan agar transportasi tidak sekadar menjadi alat berpindah, tetapi ikut mendorong pertumbuhan kawasan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika menyebut pengembangan jalur tersebut merupakan bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Fokusnya adalah memperluas akses transportasi massal, sehingga pembangunan konektivitas tidak hanya berpusat di kawasan Puncak.
Baca Juga: Haru! Setelah 10 Tahun Jadi PMI di Taiwan, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Berkat Program BRI
Jalur 27 Kilometer dan Enam Stasiun
Kajian awal Bapperida Kabupaten Bogor pada 2025 menempatkan trase Parung Panjang-Jasinga sebagai salah satu opsi yang paling direkomendasikan. Penilaiannya mencakup 15 kriteria, mulai dari aspek teknis dan ekonomi hingga sosial serta lingkungan.
Dalam rancangan awal, jalur kereta ini memiliki panjang sekitar 27,26 kilometer. Jalurnya menggunakan konstruksi at grade dengan rel heavy rail dan akan menghubungkan enam stasiun baru dengan Stasiun Parung Panjang yang sudah beroperasi.
Waktu tempuhnya diperkirakan hanya sekitar 24 menit. Infrastruktur pendukungnya mencakup enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan, sedangkan biaya operasional dalam kajian awal berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per penumpang.
Baca Juga: 9 Warga Disandera KKB di Mimika, Ada Anak SD dan Remaja Hamil: TNI Bergerak!
Bukan Sekadar Mengurangi Macet
Ada alasan lain mengapa proyek ini menarik perhatian. Kehadiran jalur kereta di Bogor Barat diharapkan dapat membuka akses ke kawasan yang selama ini pertumbuhannya tidak selalu secepat wilayah Bogor lainnya.
Ketika perjalanan menjadi lebih mudah, aktivitas ekonomi biasanya ikut bergerak. Kawasan yang sebelumnya terasa jauh dapat menjadi lebih menarik bagi permukiman, perdagangan, maupun kegiatan usaha.
Rencana tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan dan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). Sementara itu, Tenjo diarahkan untuk memiliki peran dalam pengembangan stasiun barang serta konektivitas antarkota dan perkotaan.
Artikel Terkait
Antam Cari Fresh Graduate dari 41 Jurusan, Cek Daftarnya Sebelum 28 Agustus!
Seleksi PPIH 2027 Dibuka Besok, 5 Tahapan Ini Wajib Dilewati Calon Petugas Haji
72 Tersangka Karhutla Terungkap, Bakar Lahan Demi Hemat Biaya Jadi Modus
Rekening Donasi Demo Rp80,9 Juta Ditahan, Polisi Ungkap Alasan Sebenarnya
Besok 25 Agustus 2026 Libur Sekolah? Cek Aturannya, Jangan Sampai Salah Jadwal!
9 Warga Disandera KKB di Mimika, Ada Anak SD dan Remaja Hamil: TNI Bergerak!
Haru! Setelah 10 Tahun Jadi PMI di Taiwan, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Berkat Program BRI