I
Bung, mungkin enggak serangan militer Rusia ke Ukraina akan memicu pecahnya Perang Dunia (PD) III?
Pertanyaan itu disampaikan sahabat saya, Bung Paul, kemarin pagi, lewat WhatsApp. Ia cerita baru jalan pagi dan mampir di sebuah warung kopi. Di warung itulah terjadi obrolan soal serangan militer Rusia ke Ukraina.
Ada yang mengeluh, gara-gara perang di Ukraina harga gas naik. Yang lain, khawatir bahwa PD III bentar lagi meletus. Yang lain lagi, BBM juga akan naik. Kalau harga BBM naik, pasti harga-harga kebutuhan yang lain juga naik. Itu kekhawatiran mereka.
Baca Juga: Benci dan Stres Hadapi Hari Senin, Bisa Jadi Tanda Monday Blues, Simak 7 Cara Mengatasinya!
Segala kemungkinan bisa terjadi, Bung. Namanya saja hanya mungkin. Begitu jawab saya.
Memang akhir-akhir ini kata “PD III” lagi populer, trending. Ya, itu tadi gara-gara Rusia menginvasi Ukraina, negara tetangga sebelah baratnya.
Sebenarnya yang lagi jadi bahan pembicaraan berbagai kalangan—mulai dari yang nongkrong di warung kopi sampai yang ngopi di kafe-kafe mahal, mulai dari istilahnya man in the street sampai politisi yang memang urusannya politik, mulai dari “tukang” komen (istilah kerennya, tukang nyinyir) sampai orang-orang cerdik pandai yang setiap ucapan dan komentarnya benar-benar diukur dilandasi ilmu, dan baik lelaki maupun perempuan—bukan hanya soal PD III tetapi juga Periode III masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Angka 3 (III) sedang menjadi pemain utama. Lagi disukai banyak orang.
Soal PD III. Ingat enggak, Bung bahwa casus belli, dadakan meletusnya PD I, sederhana.
Suatu hari, tanggal 28 Juli 1914, Archduke Franz Ferdinand, pewaris tahta Austro-Hungaria, dan istrinya, Sophie, Duchess of Hohenberg, mati karena dua tembakan di Sarajevo oleh Gavrilo Princip.
Baca Juga: Seleksi Mandiri UNNES Jalur Prestasi Tahun 2022: Dibuka 1 Maret - 30 Mei 2022
Gavrilo adalah salah seorang dari enam anggota kelompok pembunuh (lima Serbia dan satu Bosnia) yang dikoordinasikan oleh Danilo Ilić, seorang Serbia Bosnia dan anggota perkumpulan rahasia Tangan Hitam (Black Hand).
Segera setelah itu, perang pecah. Api peperangan mulai berkobar di Balkan dan baru berakhir 11 November 1918. Inilah PD I yang menewaskan 17 juta orang dan melukai 25 juta orang lainnya. Pembunuhan Franz Ferdinand itulah yang dijadikan pemicu pecahnya perang, casus belli. Jadi Bung, PD I pecah karena satu peluru!
Artikel Terkait
KURANG SAJEN oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"ANTARA ANKARA DAN PENAJAM" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Mengenang Prof. Yahya Muhaimin: “SAYA INI ORANG DESA." Oleh: Hamid Basyaib
Yahya Muhaimin, Tokoh Pemikir Militer Indonesia. Sebuah catatan, oleh: Ibrahim Ambong
POSTINGAN MAS MAR… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior/Penulis Buku
AKU DULU PINGIN JADI DALANG… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
TONGSENG LIDAH oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku