TITIKTEMU.CO – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah yang terlibat dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak.
Prabowo menegaskan, seluruh proses penanganan bencana harus berorientasi pada pelayanan dan pemberian bantuan kepada warga. Agenda kunjungan pejabat tidak boleh sampai mengganggu pekerjaan petugas di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika memimpin rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (27/8).
Prabowo Sengaja Tak Datang di Awal Bencana
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan alasan dirinya tidak langsung mendatangi wilayah terdampak pada tahap awal bencana.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar berbagai instansi yang telah berada di lapangan dapat bekerja lebih leluasa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: ICCN dan Privy Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Digital Trust
“Saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” ujar Prabowo.
Ia menilai kedatangan terlalu banyak pejabat pusat ke daerah terdampak justru berpotensi mengganggu konsentrasi aparat dan pemerintah daerah.
Pasalnya, pejabat daerah bisa saja harus meluangkan waktu untuk menyambut maupun mendampingi kunjungan para pejabat dari pemerintah pusat.
“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya,” katanya.
Jangan Sampai Fokus Penanganan Bencana Bergeser
Prabowo mengingatkan agar situasi tersebut tidak membuat perhatian pemerintah bergeser dari kebutuhan utama masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat.
Menurutnya, warga terdampak membutuhkan langkah cepat, pelayanan langsung, dan bantuan yang benar-benar dapat dirasakan.
Artikel Terkait
Sapa Warga Nagekeo, Prabowo Tegaskan Pemerintah Terus Hadir Bantu Korban Bencana Flores
SMKN 1 Takengon Minta Maaf Usai Siswa Viral Merokok dan Main Domino Saat Jam Sekolah
Cerita Fatur Korban Pengeroyokan di Pejompongan, Mengaku Ditarik Massa hingga Dipaksa Jadi Provokator
Viral Pungli Rp1 Juta untuk Ambil Motor di Surabaya, Oknum Polisi Dikenai Sanksi Demosi
ICCN dan Privy Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia Lewat Digital Trust