POSTINGAN MAS MAR… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior/Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 15 Februari 2022 | 09:47 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

POSTINGAN MAS MAR…
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior/Penulis Buku

Seorang kawan, Mas Mar, begitu saya biasa menyapa, menempelkan tulisan menarik di status fb-nya.

Tulisan–atau mungkin lebih tepatnya ungkapan hati Mas Mar–pendek. Tapi, sungguh mendalem. Begitu istilahnya.

Mas Mar menulis begini: “Aneh ya, saat ribut Wadas pada share. Tapi pas ada upaya damai kok malah diem.”

Baca Juga: POLITIK WADAS OLeh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Saya tidak tahu persis, siapa yang disebut “pada share” dan “malah diem.” Siapa yang disindir–entah benar atau salah, istilah saya ini, “disindir”–oleh Mas Mar.

Mediakah? Kalau media yang disindir, bukankah Mas Mar juga orang media. Apakah dia menyindir dirinya sendiri, semacam autokritik? Hebat, kalau begitu. Saya harus angkat baret (karena saya senang pakai baret) dan acungan jempol.

Kalau tidak mengritik dirinya sendiri, lalu, media apa yang mau disenggolnya? Sekarang ini, media itu banyak jenis “kelaminnya.” Ada media mainstream (media arus utama). Ada media sosial.

Baca Juga: Soal Wadas, Ganjar Pranowo Tegaskan Jangan Ada Pejabat yang “Bermain”

Sementara sahabat saya, Agus Sudibyo menyebutnya, sekarang ini media mainstream–dalam konteks lingkaran sistem digitalisasi–bukan lagi media cetak, radio, dan televisi melainkan trilogi new media, yakni search engine, media sosial, dan ecommerce.

Ah, apapun jenis kelaminnya, semestinya media itu mengusung mission sacre, misi suci. Tampaknya sederhana, tugas sucinya itu. Semua orang tahu.

Tugas utama media adalah menyampaikan informasi. Persoalannya adalah informasi yang seperti apa, yang bagaimana? Informasi yang obyektif, yang akurat, yang mencerdaskan, mencerahkan, yang proper kepada masyarakat.

Baca Juga: Media Sosial Berperan Penting Menyebarluaskan Pesan Secara Maksimal

Ternyata, tidak mudah melaksanakan tugas suci tersebut. Seperti disebut oleh Mas Mar, media—apapun kelaminnya: “Saat ribut Wadas pada share, tapi pas ada upaya damai kok malah diem.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X