"ANTARA ANKARA DAN PENAJAM" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 6 Februari 2022 | 15:47 WIB
Patung dan Monumen Mustafa Kemal Atarturk di Ulus Square, Ankara, Turki  (Foto: Trias Kuncahyono)
Patung dan Monumen Mustafa Kemal Atarturk di Ulus Square, Ankara, Turki (Foto: Trias Kuncahyono)

"ANTARA ANKARA DAN PENAJAM"

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

I
Aku berdiri di depan sarkofagus—peti mati terbuat dari marmer warna merah marun bermotif putih—di dalam mausoleum Mustafa Kemal Atatürk, di Ankara.

Orang Turki menyebut mausoleum itu Anıtkabir. Di sampingku, berdiri Arif Zulkifli, wartawan Tempo. Kami dan beberapa wartawan Indonesia di Ankara diundang pemerintah Turki.

Peti itu menjadi simbol makam Atatürk. Jenazah Atatürk dimakamkan tujuh meter di bawah peti marmer itu.

Baca Juga: Kuliah Gratis di Kampus Negeri Politeknik Nuklir BRIN. Kesempatan Emas, Lulusan SMA Simak Syaratnya di Sini

Makam Atatürk ada di dalam sebuah ruangan berbentuk segi delapan, yang dibangun dengan gaya arsitektur Seljuk dan Ottoman. Tetapi, ruang makam itu tertutup, tidak dibuka untuk umum.


Atatürk adalah gelar yang artinya “Bapak Orang Turki” yang disematkan pada namanya tahun 1934. Karena gelar itu hanya untuk Mustafa Kemal, maka menurut Undang-Undang No. 2622, Pasal 1 dan 2, 17 Desember 1934, Turki melarang nama tersebut, Atatürk, digunakan oleh orang lain.

Mustafa Kemal Atatürk (1881-1938) adalah Bapak Turki Moderen, Bapak Republik Turki dan presiden pertama Turki.

Baca Juga: INFO LOKER – Badan Kepegawaian Negara (BKN) Buka Loker untuk 2 Front End Programer sampai 15 Februari 2022

Maka tidak berlebihan kalau ada yang mengatakan, Mustafa Kemal Atatürk adalah Turki dan Turki adalah Mustafa Kemal Atatürk. Sama halnya Bung Karno adalah Indonesia dan Indonesia adalah Bung Karno.

Matahari pagi di ufuk timur……pertanda lahirnya masa depan…(Ilustrasi foto: Istimewa)

II
Kami diam memandangi peti marmer merah itu. Aku tidak tahu yang ada di pikiran Arif. Tetapi, pikiranku menelusuri perjalanan dan perjuangan Mustafa Kemal sampai akhirnya mendirikan Republik Turki sekarang ini.

Baca Juga: Piala FA: Debut Gemilang Frank Lampard sebagai Pelatih Everton, Menang 4-1 atas Brentford

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X