TITIKTEMU.CO, - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit antraks yang kembali merebak di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.
Pada periode Mei-Juni 2023 terdapat 3 Kasus kematian yang dicurigai disebabkan Antraks.
Sebanyak 1 kasus kematian dinyatakan suspek Antraks berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
Baca Juga: GP F1 Inggris: Max Verstappen juara, tiga pembalap tuan rumah berada di lima besar
Peristiwa ini bermula dari sapi yang mati disembelih dan dibagikan kepada warga untuk dikonsumsi di Desa Dukuh Jati, Kelurahan Candirejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul.
Pasien mengeluhkan demam, pusing, batuk, pembengkakan kelenjar dan perut bengkak pasca melakukan pemotongan hewan ternak yang mati mendadak.
Kewaspadaan sangat diperlukan dan ditingkatkan, terutama bila di daerah tersebut pernah terjadi kasus antraks. Sebab, spora antraks mampu bertahan hingga puluhan tahun di tanah dan tidak bisa dimusnahkan.
Baca Juga: Wimbledon 2023: Iga Swiatek Lolos ke Perempat Final Pertama Kali setelah kalahkan juara Olimpiade
Untuk mengendalikan penyakit Antraks, saat ini vaksinasi telah diberikan kepada daerah endemis Antraks oleh dinas terkait.
Selain itu Dinas Kesehatan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat juga telah melakukan upaya penanganan dengan memberikan pengobatan profilaksis kepada masyarakat terdampak
Total terdapat 125 orang yang diberikan pengobatan, terdiri dari 87 orang diantaranya seropositif berdasarkan hasil tes serologi yang dilakukan oleh Kemenkes.
Baca Juga: Drive In Unik Di Yogyakarta, Nonton Di Atas Becak Sambil Menyantap Kuliner
Kemenkes menghimbau masyarakat untuk mewaspadai gejala, cara penularan dan cara pencegahan penyakit antraks ini. Berikut penjelasannya yang dilansir dari akun resmi Kementerian Kesehatan @Kemenkes_ri,
Artikel Terkait
Kemenkes Izinkan Masyarakat Gunakan Jenis Vaksin COVID-19 yang Tersedia untuk Lengkapi Dosis
Terinfeksi COVID di masa Endemi ? Tenang, Biaya Pengobatan Tetap ditanggung BPJS Kesehatan
Antraks di Gunungkidul, 87 Warga Terpapar dan Satu Orang Meninggal Dunia
Kasus Antraks di Gunungkidul Dipastikan tidak Melebar ke Wilayah Lain, DPKP Lakukan Vaksinasi
Antisipasi Antraks Meluas, Kemenkes Beri Profilaksis kepada Populasi Berisiko