TITIKTEMU.CO-Di tengah budaya media sosial yang mendorong orang untuk semakin terbuka, ada kelompok pengguna yang justru memilih sebaliknya: akun Instagram mereka dibuat private. Menariknya, keputusan ini tidak selalu berarti seseorang minder atau takut dinilai.
Bisa jadi, mereka justru sudah lebih nyaman dengan dirinya sendiri dan tidak merasa perlu membuktikan banyak hal kepada publik.
Instagram sendiri sudah menjadi bagian besar dari kehidupan digital.
Data Pew Research Center menunjukkan sekitar 50% orang dewasa di Amerika Serikat menggunakan Instagram pada 2025. Artinya, ruang untuk mendapatkan perhatian, komentar, likes, dan pengakuan sosial memang sangat besar.
Baca Juga: Formasi Meta eFootball Agustus 2026: Strategi Terbaik untuk Menang dan Bingungkan Lawan
Akun Instagram Private Bukan Berarti Minder
Ada anggapan bahwa orang yang mengunci akun Instagram sedang menyembunyikan sesuatu. Padahal, private account bisa menjadi bentuk sederhana dari kontrol terhadap kehidupan pribadi.
Pemilik akun dapat menentukan siapa yang boleh melihat foto, Stories, hingga aktivitas personalnya. Penelitian meta-analisis yang terbit pada 2026 terhadap 79 studi dengan total lebih dari 51 ribu responden menemukan bahwa rasa memiliki kontrol atas privasi berkaitan dengan perilaku perlindungan privasi yang lebih kuat di media sosial.
Jadi, mengunci akun bisa saja bukan tanda seseorang takut dunia luar. Justru sebaliknya, ia tahu batas mana yang ingin dibagikan dan mana yang cukup menjadi miliknya sendiri.
Baca Juga: Panduan Lengkap Rekrutmen PPIH Arab Saudi 2026: KDP dan KWL
Tidak Semua Hal Harus Mendapat Validasi
Media sosial mudah membuat seseorang mengukur dirinya melalui angka: berapa likes yang didapat, siapa yang melihat Story, berapa banyak followers, atau apakah unggahan tertentu mendapat komentar.
Padahal, validasi digital sifatnya cepat berubah. Hari ini sebuah foto mendapat banyak perhatian, besok bisa saja tenggelam tanpa ada yang peduli.
Riset terbaru mengenai validasi media sosial dan self-esteem juga menyoroti bagaimana likes, komentar, followers, serta perbandingan sosial di Instagram dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya.
Baca Juga: Jelang Demo DPR Hari Ini, Jalan Gatot Subroto Ditutup: Ini Jalur yang Dialihkan
Orang yang tidak terlalu menggantungkan harga dirinya pada respons tersebut biasanya memiliki alasan yang lebih sederhana ketika mengunggah sesuatu: ingin berbagi, bukan ingin diakui.
Artikel Terkait
Liburan Edukatif ke Lombok: 5 Desa Wisata yang Cocok untuk Anak
5 Wisata Ramah Anak di Ciwidey: Liburan Keluarga yang Seru dan Edukatif
Camping Nyaman di Puncak: 3 Tempat dengan Fasilitas Lengkap untuk Liburan Seru
OPPO Reno16 5G: Smartphone Terbaru dengan Fitur Unggulan untuk Pengalaman Optimal
Bukan Cuma Satu, 9 Bank di Indonesia Tumbang Sepanjang 2026: Apa yang Terjadi?
Nasaruddin Umar Disebut Mundur, Kemenag Membantah: Ada Apa di Balik Panasnya Bursa Ketum PBNU?
Desta Tinggalkan Vindes Setelah 5 Tahun, Pesannya ke Vincent Rompies Bikin Haru