TITIKTEMU.CO, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengizinkan masyarakat menggunakan vaksin COVID-19 jenis apapun yang tersedia untuk melengkapi vaksin COVID-19, termasuk dosis penguat atau booster.
Juru Bicara (Jubir) Kemenkes dr. Mohammad Syahril dalam laman Kemenkes menegaskan untuk melengkapi dosis primer dan booster masyarakat bisa menggunakan vaksin COVID-19 jenis apapun yang tersedia.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jemaah Kelaparan saat Delay, Kemenag Protes, Saudi Airlines
Baca Juga: Booster Vaksin Kedua Digenjot Lagi, Kenapa ?
“Intinya dosis 1, 2, 3, 4 bisa pakai vaksin apapun. Kalau booster tetap 6 bulan jaraknya,” ujar dr. Syahril.
Menurut Syahril, kondisinya saat ini virus COVID-19 masih bermutasi dan menyerang manusia. Berdasarkan laporan hasil uji klinis dari berbagai platform vaksin COVID-19, secara umum titer antibodi (kekebalan/imunitas) individu setelah enam bulan dari imunisasi yang kedua akan menurun.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jamaah Asal Kabupaten Demak Suprapto Tarlim Kertowijoyo Wafat di Tanah Suci
Baca Juga: Erick Thohir Cawapres Pilihan Pengikut Twitter Iwan Fals
“Sehingga perlu diberikan penguat atau booster untuk meningkatkan titer antibodi guna proteksi jangka panjang,” jelasnya.
Hingga saat ini masih cukup banyak masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis primer lengkap. Ada pula masyarakat yang telah mendapatkan dosis primer namun belum mendapatkan dosis booster.
“Penggunaan berbagai jenis vaksin COVID yang tersedia ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat melengkapi dosis vaksin COVID-19,” lanjut Syahril.
Dikatakan Syahril, pada prinsipnya vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia pada saat ini dan dapat diberikan menggunakan platform vaksin COVID-19 yang telah mendapat EUA atau NIE dari Badan POM.
Baca Juga: Erick Thohir Optimistis Timnas Merah Putih Berhasil
Artikel Terkait
Jangan Percaya! Ini Mitos-mitos Seputar Vaksin Covid-19
Masih Bingung Apa Itu Vaksin Booster? Simak Tanya Jawab Berikut Supaya Makin Jelas
Hepatitis Akut Disebabkan oleh Vaksin Covid-19? Begini Penjelasan Epidemiolog UGM
Ini Dia Cara Menurunkan Tekanan Darah Tanpa Obat
Booster Vaksin Kedua Digenjot Lagi, Kenapa ?