Antraks di Gunungkidul, 87 Warga Terpapar dan Satu Orang Meninggal Dunia

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 6 Juli 2023 | 15:40 WIB
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto (dok. Pemkab Gunungkidul)
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto (dok. Pemkab Gunungkidul)

TITIKTEMU.CO, GUNUNGKIDUL – Wabah penyakit antraks muncul di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga saat ini terdapat satu orang meninggal dunia positif antraks dan 87 warga berstatus seropositif.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, melakukan klarifikasi informasi terkait jumlah warga yang meninggal dunia akibat antraks di wilayah Pedukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah warga yang terkonfirmasi meninggal akibat antraks sebanyak tiga orang.

"Namun setelah kami telusuri dan menggali informasi dari masyarakat di Semanu, hanya ada satu orang yang meninggal akibat antraks," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gunungkidul Sidig Hery Sukoco di Gunungkidul, Rabu, (5/7/2023).

Baca Juga: Alhamdulillah, Jemaah Haji Sehat, Wajah Ceria Tiba Di tanah Air

Sidiq mengatakan satu orang yang meninggal tersebut ini berasal dari Pedukuhan Jati, Kalurahan Candirejo. Sedangkan dua orang lainnya diinformasikan ikut mengonsumsi daging sapi yang terindikasi antraks. Namun kedua orang itu tidak didiagnosis terpapar antraks. Oleh karena itu tes laboratorium belum dilakukan ke keduanya.

"Berdasarkan hasil dari laboratorium satu warga yang meninggal dipastikan positif antraks. Yang bersangkutan dirawat di RSUP dr. Sardjito pada 1 Juni dan meninggal dunia 3 hari setelahnya," kata Sidiq.

Setelah ada yang meninggal, Dinkes Gunungkidul menerjunkan tim untuk penelusuran ke seluruh warga Pedukuhan Jati. Hasilnya sebanyak 87 warga Pedukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu berstatus seropositif antraks.

Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Rabu Dinihari Jemaah Haji Kloter Pertama SOC 1 Solo Tiba, 2 orang dirawat di Medan

Seropositif ini artinya warga tersebut pernah terpapar antraks, tapi gejala klinisnya tidak terlihat. Mereka ini berpeluang untuk sembuh karena di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi.

Hal yang sama diungkap Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto. Ia memastikan hanya satu warga yang positif antraks meninggal dunia. Sementara dua yang lainnya meninggal tidak diperiksa terkait antraks.

"Satu yang (meninggal dunia) betul-betul karena antraks, 87 warga ini tidak bergejala, sudah kami berikan pengobatan juga," lanjut Heri.

Baca Juga: Libas Timor Leste, Garuda Pertiwi Cetak Skor 7-0. Puncaki Klasemen Sementara Piala AFF U-19 Wanita

Wakil Bupati mengatakan ada enam ekor sapi dan enam ekor kambing yang terpapar antraks. Laporan pertama yang masuk mengenai matinya sapi pada 2 Juni 2023 lalu, dan dilakukan penelusuran oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Kesehatan.

Dinkes Kabupaten Gunungkidul, melakukan penelusuran terhadap 125 warga di Kecamatan Semanu yang mengkonsumsi daging sapi positif antraks guna mengantisipasi penyebaran antraks pada manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: Pemkab Gunungkidul

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X