Karhutla Landa Gunung Geulis Sukabumi, 4 Hektare Ladang dan Hutan Bambu Terbakar

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Menyoroti fakta di balik insiden karhutla yang dilaporkan melanda kawasan Gunung Geulis, Sukabumi, Jawa Barat. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@folksmi)
Menyoroti fakta di balik insiden karhutla yang dilaporkan melanda kawasan Gunung Geulis, Sukabumi, Jawa Barat. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@folksmi)

TITIKTEMU.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Geulis, tepatnya di Kampung Ciroyom, Desa Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 25 Agustus 2026. Kobaran api dilaporkan dengan cepat merambat dan menghanguskan sekitar 4 hektare ladang milik warga serta kawasan hutan bambu.

Peristiwa karhutla ini turut menjadi perhatian publik setelah rekamannya beredar di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @folksmi pada Rabu, 26 Agustus 2026, terlihat kobaran api disertai asap pekat membakar kawasan di sekitar Kampung Ciroyom.

“Api mulai terlihat sekitar pukul 6 sore dan dengan cepat membakar ladang warga serta hutan bambu,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Saatnya Kita Hadir dan Bantu Mereka Bangkit

Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin kencang diduga membuat api lebih cepat menyebar. Kobaran api bahkan dilaporkan sempat bergerak mendekati area permukiman warga.

Lantas, bagaimana kronologi kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Geulis tersebut?

Api Hanguskan 4 Hektare Lahan Warga

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Yogi, mengatakan kebakaran mulai diketahui pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat itu, api masih berkobar dan dikhawatirkan meluas hingga mencapai rumah-rumah penduduk yang berada di sekitar lokasi.

“Berdasarkan informasi warga sekitar, terjadi kebakaran ladang warga dan hutan bambu yang menyebabkan area terbakar meluas sekitar 4 hektare,” ujar Yogi dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Untuk mengendalikan kobaran api, sejumlah unsur gabungan diterjunkan ke lokasi. Petugas P2BK Pabuaran bersama pemadam kebakaran, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Tagana, Forkopimcam, serta masyarakat setempat bekerja sama melakukan pemadaman.

Tim gabungan juga memprioritaskan upaya agar api tidak merambat ke kawasan permukiman.

Baca Juga: Viral Pejabat BNPB Wawancara dari Kafe Saat Gempa NTT, Ini Alasan Sebenarnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X