GEJALA PADA HEWAN
Bentuk per akut (sangat mendadak):
- Hewan akan berputar-putar, gigi gemeretak dan mati hanya beberapa menit setelah darah keluar dari lubang-lubang kumlah tubuh (telinga, hidung, anus, kelamin).
Bentuk sub akut:
- Terlihat adanya pembengkakan pada kelenjar limfa daerah leher karena bakteri antraks terlokalisasi di daerah itu.
Bentuk akut:
- Pada sapi gejala umumnya adalah pembengkakan sangat cepat di daerah leher, dada, sisi perut, pinggang dan kelamin luar. Dari lubang kumlah keluar darah encer merah kehitaman.
Bentuk kronis:
- Terlihat luka pada lidah dan tenggorokan, pada sapi gejala ini akan berlangsung 2-3 bulan.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Seminggu Ke Depan Madinah Akan Mencapai Puncaknya Panas, Jangan Memaksakan Arbain
GEJALA PADA MANUSIA
Antraks Kulit:
- Muncul pada 2-7 hari setelah melakukan kontak dengan hewan yang sakit antraks maupun spora antraks, gejalanya berupa kelainan kulit biasanya terjadi di bagian tubuh yang terbuka seperti kaki, tangan, leher dan wajah, serta munculnya eschar atau jaringan hitam pada kulit.
Antraks Saluran Pencernaan:
- Antraks ini bisa menyebabkan kematian dan pada umumnya gejala akan muncul pada 2-5 hari, gejalanya seperti demam, gangguan menelan, mual, diare, muntah, pembekakan pada leher dan dada, sakit perut hebat, muntah dan BAB darah serta perut bengkak.
Antraks Pernapasan:
- Antraks pernapasan juga bisa menyebabkan kematian, gejajalanya yaitu demam, lemah, batuk kering, sesak nafas, dan denyut jantung cepat.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Jemaah Haji Gelombang II Mulai Bergerak Ke Madinah
CARA PENULARAN
Antraks adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis. Antraks ini umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba.
Spora Antraks dapat menular ke hewan ternak dan manusia.
Cara penularannya dari hewan yang terjangkit ke manusia melalui konsumsi daging yang terinfeksi antraks maupun lewat luka pada tubuh yang terbuka.
Artikel Terkait
Kemenkes Izinkan Masyarakat Gunakan Jenis Vaksin COVID-19 yang Tersedia untuk Lengkapi Dosis
Terinfeksi COVID di masa Endemi ? Tenang, Biaya Pengobatan Tetap ditanggung BPJS Kesehatan
Antraks di Gunungkidul, 87 Warga Terpapar dan Satu Orang Meninggal Dunia
Kasus Antraks di Gunungkidul Dipastikan tidak Melebar ke Wilayah Lain, DPKP Lakukan Vaksinasi
Antisipasi Antraks Meluas, Kemenkes Beri Profilaksis kepada Populasi Berisiko