TITIKTEMU.CO – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera terus dilakukan. Selain mengandalkan langkah teknis, masyarakat juga menempuh ikhtiar spiritual dengan menggelar shalat istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Di Riau, Pemerintah Kota Pekanbaru menerbitkan surat edaran agar pelaksanaan shalat istisqa digelar secara serentak pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan kabut asap yang menyelimuti wilayahnya tidak hanya berasal dari titik kebakaran di dalam kota. Asap juga terbawa angin dari lokasi karhutla di daerah lain.
Karena itu, doa dalam pelaksanaan shalat istisqa diharapkan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Pekanbaru, tetapi juga seluruh daerah yang terdampak karhutla serta para petugas yang tengah berjibaku memadamkan api.
Baca Juga: Karhutla Landa Gunung Geulis Sukabumi, 4 Hektare Ladang dan Hutan Bambu Terbakar
“Doa yang kami panjatkan tidak terbatas untuk Pekanbaru saja, kami memohon agar hujan turun di seluruh daerah yang membutuhkan, api segera padam, dan para petugas di lapangan senantiasa diberikan keselamatan serta kekuatan,” ujar Agung.
Siak Juga Gelar Shalat Istisqa
Ikhtiar serupa dilakukan Pemerintah Kabupaten Siak. Shalat istisqa digelar sebagai respons terhadap kondisi kabut asap akibat karhutla yang semakin mengkhawatirkan.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengungkapkan wilayahnya telah mengalami kekeringan karena hujan tidak turun selama lebih dari 35 hari. Kondisi tersebut diperparah dengan asap kiriman dari wilayah lain.
“Siak sudah lebih 35 hari tidak turun hujan dan dikepung asap kiriman. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, segera menurunkan hujan di lokasi-lokasi titik api, semoga asap segera pergi,” kata Afni.
Sebelumnya, shalat istisqa juga dilaksanakan secara berjamaah di sejumlah daerah lain, di antaranya Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga: Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Saatnya Kita Hadir dan Bantu Mereka Bangkit
Karhutla Jambi Capai 916,26 Hektare
Sementara itu, kondisi karhutla di Provinsi Jambi juga menjadi perhatian serius pemerintah.
Artikel Terkait
Pengakuan Korban Selamat Kebakaran Kos Tebet Jaksel: Lompat dari Lantai 2 karena Tangga Dilalap Api
Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Banjarbaru Kalsel, Warga Keluhkan Jarak Pandang Hanya 10 Meter
Viral Pejabat BNPB Wawancara dari Kafe Saat Gempa NTT, Ini Alasan Sebenarnya
Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Saatnya Kita Hadir dan Bantu Mereka Bangkit
Karhutla Landa Gunung Geulis Sukabumi, 4 Hektare Ladang dan Hutan Bambu Terbakar