Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Saatnya Kita Hadir dan Bantu Mereka Bangkit

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Program tali asih untuk mitra jurnalis Promedia yang menjadi korban gempa NTT. (Dok. Promedia)
Program tali asih untuk mitra jurnalis Promedia yang menjadi korban gempa NTT. (Dok. Promedia)

TITIKTEMU.CO – Gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan kisah duka bagi banyak masyarakat. Di balik kerusakan dan kehilangan, terdapat pula perjuangan mereka untuk kembali menata kehidupan.

Para jurnalis menjadi salah satu kelompok yang turut terdampak bencana tersebut.

Selama ini, mereka berada di garis depan untuk mengabarkan berbagai peristiwa, mendatangi lokasi bencana, menyuarakan kondisi para korban, hingga ikut membantu proses penyaluran bantuan bersama relawan.

Kini, sejumlah jurnalis justru menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Gempa susulan masih terus terjadi dengan jumlah yang dilaporkan mencapai 7.492 kali. Sementara itu, proses pendataan korban dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak masih berlangsung.

Baca Juga: Viral Pejabat BNPB Wawancara dari Kafe Saat Gempa NTT, Ini Alasan Sebenarnya

Gempa M7,7 Rusak Puluhan Ribu Rumah

Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Flores menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 77.912 unit rumah mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.597 rumah rusak berat, 18.537 rusak sedang, dan 34.778 rusak ringan.

Di antara puluhan ribu rumah yang terdampak tersebut, terdapat rumah milik para jurnalis yang selama ini bekerja menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Bagi seorang jurnalis, kehilangan rumah bukan hanya berarti kehilangan tempat tinggal. Rumah juga menjadi ruang untuk beristirahat setelah menjalankan tugas liputan, tempat menyimpan perlengkapan kerja dan dokumen penting, serta menjadi tempat berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga: Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Banjarbaru Kalsel, Warga Keluhkan Jarak Pandang Hanya 10 Meter

Ketika rumah rusak akibat gempa, aktivitas kehidupan dan pekerjaan mereka pun ikut terdampak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X