Sebelum deklarasi, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai, putri tertua PB XIII dari pernikahan pertama, mengonfirmasi sang ayah sudah menunjuk Gusti Purboyo sebagai Putra Mahkota.
“Gusti Adipati (Hamangkunegoro) sudah ditetapkan oleh ayahanda sebagai Putra Mahkota,” ujar Timoer Rumbai pada Selasa (4/11).
Gusti Timoer menegaskan dalam masa transisi ini, Hamangkunegoro akan menjalankan tugas-tugas raja sambil menunggu proses penobatan resmi.
Pernyataan ini memperkuat legitimasi klaim Hamangkunegoro sebagai penerus langsung PB XIII.
Masa Depan Keraton Surakarta
Situasi ini menempatkan Keraton Surakarta pada titik krusial. Perebutan takhta antara Tedjowulan dan Hamangkunegoro mengingatkan publik pada konflik internal panjang yang sempat membelah keraton pada awal 2000-an.
Kala itu, keraton sempat terpecah menjadi dua kubu besar: kubu Hangabehi dan kubu Tedjowulan, konflik yang baru mereda beberapa tahun terakhir.
Kini, usai wafatnya PB XIII, bayang-bayang perpecahan itu kembali muncul. Banyak pihak, termasuk Pemerintah Kota Surakarta dan tokoh budaya Jawa, berharap agar proses penetapan raja baru dilakukan secara damai dan bermartabat.
“Keraton adalah simbol budaya, bukan hanya milik satu keluarga. Harus dijaga agar tak terpecah lagi,” ujar salah satu pengamat budaya Solo.
Meski dua tokoh besar Keraton Surakarta sama-sama mengklaim peran penting dalam masa transisi, masa depan Keraton Surakarta tampaknya masih menunggu siapa yang akan dinobatkan sebagai PB XIV.
Apakah Gusti Purboyo yang mewarisi darah langsung dari raja terakhir, atau Tedjowulan yang memiliki dasar administratif kuat dan pengalaman panjang dalam mengelola keraton?
Jawaban itu akan menentukan arah masa depan salah satu simbol kebudayaan Jawa yang paling bersejarah.***
Artikel Terkait
Mengenal Empat Raja Jawa: Ini Beda Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara
Begini Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Menuju Imogiri
Sinuwun PB XIII Wafat, Akankah Konflik Suksesi Keraton Surakarta Muncul Kembali? Seno Adjie: Jaga Suasana Kondusif, Pihak Luar Janga Ikut Campur
Silsilah Lengkap Pakubuwana XIII: Garis Keturunan, Istri, dan Putra Mahkota Penerus Tahta
Ini Pesan Sri Sultan HB X Soal Regenerasi Keraton Solo