'SUATU HARI DI UKRAINA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 1 Juli 2022 | 05:00 WIB
Ibu Iriana Joko Widodo memeluk korban perang Ukraina-Rusia (BPMI Setpres)
Ibu Iriana Joko Widodo memeluk korban perang Ukraina-Rusia (BPMI Setpres)

'SUATU HARI DI UKRAINA'

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

TITIKTEMU.CO - Di ferri yang membawa kami dari Batam ke Singapura, saya melihat foto Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Ibu Iriana berjalan dengan langkah mantap, dan pandangan mata lurus ke depan di samping gerbong kereta api, di peron 4 Stasiun Przemysil Glowny, Przemysl, Polandia. Mereka akan ke Ukraina negeri yang sedang gemuruh dilanda perang.

Presiden Joko Widodo beserta ibu Iriana saat akan naik kereta menuju Ukraina
Presiden Joko Widodo beserta ibu Iriana saat akan naik kereta menuju Ukraina (BPMI Setpres/Laily Rachev)

Presiden dan Ibu Negara serta rombongan kecilnya, yakni Menlu Retno Marsudi Menseskab Pramono Anung, dan Ketua BIN Budi Gunawan, serta para Paspampres, naik kereta api menuju Ukraina, negara yang sudah empat bulan dilanda perang. Perang pecah sejak 24 Februari 2022. Pada waktu itu, tentara Rusia dengan segala macam mesin perangnya berskala penuh, masuk dan membombardir Ukraina.

Akibat serangan itu yang oleh Presiden Rusia Vladimir Putin disebut, “Operasi Militer Khusus” ribuan orang, tewas. Menurut “Office of the UN High Commissioner for Human Rights” (OHCHR), 24 Juni, korban 10,403 orang sipil: 4.634 tewas dan 5.769 terluka.

Baca Juga: Haji 2022 : Arab Saudi Tetapkan Wukuf Jumat, Idul Adha Sabtu 9 Juli

Serangan militer itu melahirkan jutaan pengungsi yang menyebar ke sejumlah negara Eropa, menghancur-luluhkan infrastruktur dan segala macam bangunan di wilayah yang digempur pasukan Rusia. Dan invasi militer itu menimbulkan krisis pangan, minyak, serta keuangan dunia.

Dunia pun akibat perang itu dicengkeram kekhawatiran akan pecahnya PD III. Sebab, senyatanya yang berhadapan bukan hanya Rusia dan Ukraina, tetapi juga Rusia dan AS serta Eropa yang tergabung dalam Pakta Pertahanan NATO.

Korban pasti akan terus bertambah, karena perang masih berkobar. Bahkan, Aljazeera dan BBC NEWS Rabu (29/6) pagi, ketika rombongan Presiden menuju Ukraina memberitakan, Rusia merudal “shopping centre” di Kremenchuk, Ukraina. Serangan rudal itu menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 59 orang lainnya. Pada saat diserang di dalam pusat perbelanjaan itu ada lebih dari 1.000 orang.

Baca Juga: Beda dengan Muhammadiyah, Kemenag Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 Jatuh Pada Minggu, 10 Juli 2022

Dalam kondisi seperti itu, Presiden Jokowi dan rombongan mengunjungi Kiev, Ukraina. Ini mengingatkan akan kunjungannya ke Afganistan, 29 Januari 2018. Sehari sebelum kedatangan rombongan Indonesia, terjadi ledakan di Kabul yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Bahkan beberapa jam sebelum Jokowi dan rombongannya, antara lain Menlu Retno Marsudi mendarat ada penyerangan ke Akademi Militer di Afghanistan. Kata Juru Presiden ( waktu itu) Johan Budi, Presiden Jokowi tidak mengenakan rompi anti-peluru yang disediakan Pemerintah Afganistan.

***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X