Sebab, “mahkluk yang berakal budi”, inilah yang membedakan manusia dengan binatang yang hidup dari naluri dan insting saja, tidak menggunakan akal dan budi. Sementara manusia hidup dengan akal dan budinya.
Dengan akal budinya, manusia dapat secara bebas memilih mana tindakan yang baik dan tidak baik. Itulah salah satu alasan, mengapa manusia menjulang tinggi di atas binatang.***
Sumber: https://triaskun.id/2021/12/15/dua-tokoh-2/
Artikel Terkait
HIKAYAT CELENG Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
HUJAN KASIH Oleh: Yudi Latif, Cendekiawan
POLITIK WHATSAPP Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan senior, Penulis Buku
KELOR, BUNG NASRIN DAN PARAMAKARYA 2021 oleh : Lalu Gita Ariadi
KALA MARICA oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku