POLITIK WHATSAPP Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Senin, 8 November 2021 | 20:53 WIB
Gambar Ilustrasi (Istimewa)
Gambar Ilustrasi (Istimewa)

I


Ini kisah yang diceritakan oleh seorang sahabat. Demikianlah ceritanya.

Sekarang ini, kata sahabat, nyaris semua teman menjadi pengamat politik. Mereka bicara mulai dari soal peluang Ganjar Pranowo yang dalam berbagai survei unggul dan terus dideklarasikan oleh para pendukungnya,  Prabowo yang sudah dinyatakan oleh Gerindra akan diusung kembali, Puan Maharani yang  diyakini oleh para pendukungnya akan menjadi kandidat PDIP, Airlangga Hartarto jagoan Golkar, Anies yang tengah berjuang mencari partai pengusung, Cak Imin yang diusung PKB, dan nama-nama lain seperti AHY, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Kofifah Endarparawangsa, Bu Risma, hingga soal panglima TNI yang baru dan Covid-19.

Baca Juga: Sosok Roehana Koeddoes di Google Doodle Hari Ini, Siapa Dia?

Sebenarnya, kata sahabat itu, tidak hanya soal politik yang menarik teman-temannya di grup whatsapp. Berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat atau bahasan masyarakat di media sosial, pasti menjadi bahan diskusi. Misalnya soal kecelakaan mobil yang menewaskan artis  Vanessa Angel dan suaminya, Bibi Andriansyah, di Tol Nganjuk arah Surabaya Kilometer 672+400A, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021).

“Apa yang menjadi penyebab kecelakaan itu?” Begitu ada yang menulis seperti itu, segera  muncul berbagai teori. Masing-masing dengan teorinya yang diyakini benar untuk mengungkap penyebab kecelakaan itu. Ada yang menyalahkan konstruksi jalan tolnya. Ada yang mengatakan sopir ngantuk. Yang lain menyatakan sopir main telepon, padahal mobil melaju kencang.

Baca Juga: Bangkitkan Jiwa Pahlawanmu dengan 10 Link Twibbon Peringatan 10 November

“Banyak kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor human eror. Mengemudikan kendaraan di jalan Tol atau jalan bebas hambatan diperlukan konsentrasi yang prima, tidak boleh capek, sakit dan lelah, termasuk mengantuk. Selain itu kendaraan juga harus dalam kondisi laik jalan,” tulis seorang teman.

Komentar teman itu langsung disamber  teman lainnya, “Betul itu. Nih, sopir mengaku memacu kendaraannya 130 kilometer per jam.” Lalu teman itu memosting tautan berita dari sebuah media online.

Baca Juga: Jenderal Mallaby Tewas di Sekitar Jembatan Merah, Siapa Pembunuhnya?


Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (Istimewa)

II

Tetapi, isu politiklah yang paling seksi, paling menarik dibicarakan di grup whatsapp dan saat itulah semua menjadi pengamat. “Bung, semua teman saya di grup whatsapp baik itu alumni SMP maupun SMA sekarang ini fasih mengulas masalah politik. Setiap kali ada isu politik, pasti ramai. Masing-masing merasa lebih pintar, dan lebih tahu tentang tokoh-tokoh politik yang mereka bicarakan,” kata sahabat itu.  

Sahabat itu lalu menulis, “Ketika mengikuti diskusi tentang politik di grup whatsapp, saya lalu bisa mengerti mengapa Alain Badiou (lahir 1937), filsuf dari Perancis dan profesor filsafat di  The European Graduate School / EGS, menyebut opini mutlak bertentangan dengan kebenaran—kebenaran etis (l’ethique de la vérité).

Baca Juga: Proses Panjang untuk Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, Ini Syaratnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X