Putin memrakarsai amandemen konstitusi, yang memungkinkan untuk dipilih lagi—konstitusi Rusia membatasi dua kali masa jabatan berturut-turut. Hal yang hampir mirip dulu dilakukan juga oleh penguasa Venezuela, Hugo Chavez. Mereka orang-orang kuat yang tidak ingin melepaskan kekuasaannya.
Sementara di sini kan jelas, Bung. “Saya sama sekali tidak memiliki niat, juga tidak berminat, untuk menjadi presiden tiga periode. Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur masa jabatan presiden paling lama dua periode. Mari kita patuhi bersama. Karena itu, pemerintahan ini juga berjalan tegak lurus dengan konstitusi,” tulis Jokowi di akun Facebook resminya, Selasa (16/3/2021).
Kata Jokowi, “Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode itu, ada tiga (motif) menurut saya. Satu ingin menampar muka saya, yang kedua ingin cari muka padahal saya sudah punya muka, yang ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja.”
Baca Juga: SNMPTN : Jangan Ghosting! Banyak Sanksi Bagi yang Lolos SNMPTN Tapi Tidak Mengambilnya
Jelas kan, Bung. Semoga PD III, tidak terjadi. Periode III juga pasti tidak terjadi. Itu kan gagasan ngayawara, bicara ngawur saja, asal ngomong. Meskipun, asal ngomongnya itu juga dirancang, Bung. Dirancang untuk suatu kepentingan. Begitulah politik.
Padahal, kan semestinya kepentingan masyarakat, kesejahteraan masyarakat, menjadi kepentingan utama seorang pemimpin. Bukan kepentingan diri. Kalau ia (mereka) memikirkan dirinya sendiri, barangkali inilah yang oleh Gus Dur disebut sebagai “gelandangan politik.” Mereka selalu mengutamakan kepentingan sendiri meski dikatakan sebagai atas nama rakyat. ***
Sumber: https://triaskun.id/2022/03/06/pd-iii-dan-periode-iii/