"MENANTI TERANG BULAN' Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Rabu, 21 Juni 2023 | 10:08 WIB
Bulan (wikipedia)
Bulan (wikipedia)

Baca Juga: Recommended! 7 Staycation Hotel Bandung Ini Patut Dikunjungi

Baca Juga: Makanan Khas Bandung Colenak Sajian Tape. Tak Hanya Enak, Ternyata Bisa Mencegah Anemia

Mereka yang optimistis juga melihat kegelapan bukan ancaman, hanya peluang untuk menghidupkan cahaya. Dengan itu, akan lahir harapan. Dan, harapan mampu melihat bahwa ada seberkas cahaya di balik pekatnya kegelapan.

Sementara, mereka yang pesimistis malah berusaha mematikan kerlipnya cahaya!

***

Kunjungan kami ke beberapa wilayah di Papua, seperti Agats dan bahkan daerah-daerah pinggiran Jayapura, seperti Muara Tami, merasakan "cahaya matahari", "terang lampu" itu belum sepenuhnya mampu mengusir "kegelapan."

Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Indonesia Dapat Tambahan Fasilitas Mobil Golf Bantu Mobilitas Jemaah di Mina

Tetapi, walau demikian, masyarakat di Agats, di Biak, misalnya, tidak kehabisan harapan. Mereka melihat bahwa hari esok akan terang. Kata Uskup Agung Anglikan Afrika Selatan penerima Hadiah Nobel Perdamaian (1984) Desmond Tutu (1931-2021) harapan adalah kemampuan untuk melihat bahwa ada cahaya meskipun semua dalam kegelapan.

Di akhir 2022, misalnya, terdapat dua peristiwa penting di Papua, yakni pembentukan sejumlah provinsi baru yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan inisiasi jeda kemanusiaan untuk mengurangi eskalasi kekerasan akibat konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kebun Raya Bukan Hanya Di Bogor, Salah Satunya Di BaliBaca Juga: 5 Wisata Boyolali, Ada Yang Bernuansa Bali Dan Gunung. Sangat Instragramable!

Harus diakui, selama beberapa tahun terakhir, usaha pemerintah tak kurang-kurang, dalam segala macam bentuk. Pembangunan infrastruktur terus digenjot untuk membuka Papua. Pemerataan dan keadilan dicoba untuk diwujudkan, misalnya, diberlakukannya Kebijakan BBM satu harga ini mulai berlaku sejak 1 Januari 2017.

Kebijakan BBM Satu Harga, dilaksanakan agar masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di luar Jawa dapat menikmati harga BBM yang sama dengan di pulau Jawa. Dengan demikian, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terwujud sehingga memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah.

Baca Juga: Semarang Punya Pantai Tirang Yang Asik Buat Lari

Misalnya, per 1 Mei 2023 harga Pertalite di Papua dan Papua Barat Rp 10.000/liter. Ini sama dengan harga Pertalite di Jabodetabek. Harga Pertamax di Papua dan Papua Barat Rp 13.550 (di Jabodetabek, Rp 13.300). Dexlite turun dari Rp 14.550/ liter menjadi Rp 13.950/liter (di Jabodetabek dari Rp 14.250 menjadi Rp13.700/liter. Sebelum kebijakan satu harga, masyarakat Papua terbiasa membeli BBM seharga Rp 60.000 — Rp 100.000/liter.

Bahwa masih banyak yang harus dilakukan, memang harus diakui. Tetapi, bahwa sudah banyak pula yang dilakukan—terutama pembangunan infratruktur jalan untuk membuka keterasingan—juga harus diakui. Masih banyak ketertinggalan di berbagai bidang—pendidikan, kesejahteraan, keadilan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, misalnya—harus diakui.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X