"PERAIRAN INDONESIA DARURAT SAMPAH"
Penulis : Ramadhan Wibisono (News Producer INDOSIAR SCTV)
“Waaah bersih banget” itulah kesan pertama yang saya rasakan begitu mengunjungi Pantai Sembukan, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Pesona hamparan pasir putih yang bersih bebas sampah menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Hantaman ombak besar ciri khas pantai selatan serta gugusan batu karang turut melengkapi keindahan Pantai Sembukan. Tidak hanya destinasi wisata favorit, Pantai Sembukan sering menjadi tempat ritual Larungan Agung atau Larung Ageng setiap tahun pada malam satu suro.
Baca Juga: Rutin Cek Tekanan Darah, Pantau Hipertensi Supaya Tidak Jadi Silent Killer
Berbeda dengan Pantai Sembukan, kondisi sebagian pantai lainnya di Indonesia sangat memprihatinkan dicemari sampah, termasuk limbah plastik.
Selain mengotori lingkungan, sampah juga bisa merusak ekosistem hingga membahayakan biota laut. Bahkan berbahaya bagi kesehatan manusia jika tidak sengaja mengkonsumsi sampah plastik dalam bentuk mikroplastik.
Sektor pariwisata pun terganggu. Jumlah pengunjung berpotensi menurun karena enggan mengunjungi pantai yang jorok tercemar sampah.
Baca Juga: INFO HAJI 2023 : Hotel Dipindah Lebih Dekat Karena Banyak Lansia-nya
Mengutip penelitian pakar lingkungan Jenna Jambeck, Indonesia menempati peringkat dua negara penyumbang limbah plastik terbanyak di lautan. Indonesia menyumbang sampah ke laut mencapai 1,29 juta metrik ton per tahun. Posisi pertama ditempati Cina dengan sumbangan sampah masuk laut sebesar 3,53 juta metrik ton tiap tahun.
Menurut Buntora Pasaribu, dosen sekaligus peneliti dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Jawa Barat, hasil studi Jenna Jambek ini harus segera ditindak lanjuti serius oleh semua pihak secara berkelanjutan.
Baca Juga: Erick Thohir Dan Zainudin Amali Ke Jerman, Pemain Muda Akan Dilatih Disana?
Mayoritas hewan besar atau mamalia di laut terkena dampak sampah plastik. Buntora menyayangkan banyak warga buang sampah sembarangan. Salah satu alasannya demi menghindari iuaran sampah. Tapi Buntora yakin masih ada harapan mencegah sampah laut dengan mengedukasi generasi muda agar mengetahui bahaya sampah plastik.
Masalah sampah laut ini diperparah dengan kondisi geografis ada sampah dari negara-negara tetangga yang terbawa arus laut ke Indonesia.
Artikel Terkait
'DARI BUNG KARNO HINGGA JOKOWI' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'PECI BUNG KARNO' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Inspirasi Melankolis.....! G E M I N T A N G prilyrm episode : 35 BALADA BUMIL ( TAMAT)
Cerita bahasa Jawa: TRESNA TAN MUSNA (Christiningsih Ny) Episode 6 - Cuthêl. TAMAT
'BANDUNG DI WAKTU MALAM" Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'KETEMU SAUDAGAR' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Cerbung: BUNGA MERAH JAMBU -- 52 By Masdaraimunda (TAMAT)
'Visi-Aktualisasi Pancasila' Oleh: Yudi Latif, Pengurus Aliansi Kebangsaan