TITIKTEMU.CO BALI – Ada momentum Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi terlihat berpelukan.
Hal itu berlangsung usai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menyerahkan tongkat estafet presidensi G20 ke India sekaligus menandakan selesainya presidensi G20 Indonesia.
Baca Juga: Presiden Jokowi dan Mohammed Bin Zayed resmikan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Bersama pemangku kepentingan lainnya, dua srikandi Kabinet Indonesia Maju ini telah bekerja ekstra keras selama kurang lebih satu tahun untuk menyukseskan gelaran G20 di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.
“Alhamdulilah, kita baru saja menyelesaikan KTT G20, dua hari berturut-turut, dan tadi telah ditutup oleh Bapak Presiden dengan menghasilkan deklarasi dari para pimpinan G20. Ini pencapaian yang luar biasa karena deklarasi itu artinya ada kesepakatan dari seluruh pimpinan G20,” ujar Sri Mulyani dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @smindrawati.
Baca Juga: Profil Skuad Belanda di Piala Dunia 2022, Upaya Terakhir Louis van Gaal Meraih Gelar Juara Dunia
Senada, rasa syukur juga diungkapkan oleh Menlu atas terselenggaranya rangkaian pertemuan G20 di bawah presidensi Indonesia.
“Alhamdulillah, di tengah segala tantangan, segala perbedaan yang sangat-sangat tajam, paling tidak dari kegiatannya itu sendiri, tidak ada satu pun kegiatan G20 yang harus dibatalkan pada tahun ini,” ujar Retno, saat berbincang di Podkabs (Podkabs Kabinet dan Sekretariat Kabinet) yang tayang di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.
Di Presidensi G20 Indonesia, sebagai Menkeu, Sri Mulyani berperan besar di financial track sementara sebagai Menlu, Retno Marsudi mengampu sherpa track.
Baca Juga: INDOSIAR akan menayangkan tayangan ulang Best Match FIFA World Cup Qatar 2022
“G20 itu kan ada finance track, jadi trek keuangan, ada trek sherpa yang lebih banyak kepada ekonomi secara keseluruhan dan pembangunan, dan kita itu menjadi pengampu dari masing-masing trek itu. Ibu Menkeu tentunya di trek keuangan, sementara saya di trek sherpa,” tutur Retno.
Retno mengisahkan, sebagai rekan kerja sekaligus sahabat, dirinya dan Sri Mulyani kerap berdiskusi mengenai persiapan dan progres dari Presidensi G20 Indonesia.
“[Berdiskusi] sampai di mana [progresnya], apa yang mesti diperkuat, apa dan ini, dan sebagainya. Tapi, karena kita berteman lama, jadi komunikasinya lebih lebih enak,” ujar Menlu.
Artikel Terkait
Menlu RI, Retno Marsudi: Indonesia Desak Pemusnahan Senjata Nuklir
Sri Mulyani Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menkeu AS Treasury Secretary Janet Yellen
Menkeu Sri Mulyani: Korupsi adalah Penyakit dan Bahayanya Sangat Nyata!
Pemerintah Alokasikan Rp 542,8 Triliun untuk Pendidikan, Menkeu: 20,1 Juta Murid Bakal Dapat Beasiswa
Positif Covid & Jalani Isolasi di New York, Ini yang Dilakukan Menkeu Sri Mulyani
Kirim Nota Diplomatik Tanyakan Alasan Penolakan Ustaz Abdul Somad, KBRI Tunggu Keterangan Kemenlu Singapura
Ternyata Ini yang Membuat Menkeu Sri Mulyani Ikut Joget di Halaman Istana
Tunda Dulu Agenda ke Bali, Ada Pembatasan Penerbangan Reguler 13-17 November 2022 Sehubungan KTT G20
Jaga kondusivitas keamanan KTT G20, sidang Kasus Sambo ditunda. Ini jadwal persidangan yang baru
KlikDokter Berpartisipasi dalam KTT G20 Forum CEO Bloomberg Untuk Wujudkan Layanan Kesehatan yang Merata
Owalah, oknum polisi yang bertugas amankan KTT G20, tewas ditusuk PSK di Bali. Ini penyebabnya
6 UMKM Binaan Rumah BUMN SIG Rembang Ikuti Future SMEs Village di KTT G20