TITIKTEMU.CO - WASHINGTON DC - Di sela pertemuan G20 Menteri Keuangan dan Bank Sentral di Washington DC, Menkeu Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemun bilateral dengan Menkeu Amerika Serikat Treasury Secretary Janet Yellen di kantornya.
“Sec Yellen adalah Menkeu perempuan pertama kali dalam sejarah 245 tahun Amerika Serikat. Kami membahas topik-topik penting G20 dimana Indonesia akan memimpin G20 tahun 2022,” tulis Sri Mulyani dalam laman facebook pribadinya, Kamis (14/10).
Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan itu.
Baca Juga: Di New York, Menkeu Sri Mulyani Indrawati Temui Michael Bloomberg. Apa yang Mereka Bahas?
Baca Juga: Tingkatkan Ekspor UMKM Indonesia, Tim Ekodag KJRI Jeddah Dukung Platform E-Commerce Indonesia
“Pertama aspek dukungan pendanaan kesehatan untuk mencegah bencana pandemi kedepan, menyangkut kemampuan deteksi dini dan riset kesehatan secara global, kapasitas sistem kesehatan di setiap negara, tata kelola serta protokol dan pengaturan kelembagaan termasuk perkuatan peran WHO, lembaga multilateral dan G20,” papar Menkeu Sri Mulyani.
Dibahas juga kesepakatan historis global mengenai perpajakan termasuk penerapan minimum taxation serta upaya mencegah erosi basis pajak, penghindaran pajak dan kompetisi tarif pajak “race to the bottom”.
Baca Juga: Pelatihan Terpadu UKM Pangan Olahan Go Export, Kerja Bareng Badan POM dan Sekolah Ekspor
“Kami juga membahas kerangka sustainable finance dan pendanaan agenda climate change, terutama pelaksanaan komitmen negara maju pada Paris Agreement dalam penyediaan pendanaan bagi negara-negara berkembang untuk menjalankan agenda climate change,” ujaranya.
Hubungan bilateral Indonesia-Amerika Serikat, tambahnya, penting baik dari segi kerjasama perdagangan, Investasi, teknologi maupun aspek strategis lainnya.
Pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan moneter dan fiskal yang dilakukan Amerika Serikat memberikan dampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, baik dari segi ekspor dan aliran modal dan teknologi.
Baca Juga: Facebook, Instagram, WhatsApp Down, Mark Zuckerberg Minta Maaf
“Indonesia harus terus memperkuat fondasi ekonomi dan terus menjaga kepentingan nasional dalam menghadapi kondisi global yang semakin dinamis, kompetitif dan kompleks.” ***
Artikel Terkait
Kabar Baik, Penemu Vaksin AstraZeneca Sebut Covid-19 Melemah dan Bakal Jadi Flu Biasa
Menlu RI, Retno Marsudi: Indonesia Desak Pemusnahan Senjata Nuklir
PT. Pertamina Jadi Sponsorship MotoGP 2022 Mandalika
Fresh Graduate Silakan Merapat! BCA Buka Lowongan Besar-besaran, Cek di karir.bca.co.id
Kembali Masuk Daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia, Ini Sosok Bos Pertamina Nicke Widyawati
Menteri BUMN Erick Thohir Resmikan Pos Bloc Jakarta
Airlangga Hartarto: Smelter Freeport Indonesia di Gresik Jadi Peleburan Single Line Terbesar di Dunia