Vaksin Booster Covid-19 untuk Umum, Perlukah? Simak Kata Ahlinya

photo author
Venansia Delarosa, TitikTemu.co
- Senin, 6 September 2021 | 16:23 WIB
Ilustrasi vaksin booster. (Wikimedia Commons)
Ilustrasi vaksin booster. (Wikimedia Commons)

TITIKTEMU.CO

Belakangan beredar informasi terkait suntikan vaksin ketiga atau vaksin booster untuk menambah jumlah antibodi. Di Indonesia, booster gencar diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes).

Apakah masyarakat umum juga memerlukan booster vaksin covid-19 dosis tiga untuk menambah imunitas?

Pakar virologi FKKMK UGM dr Mohamad Saifudin Hakim, menjelaskan untuk kondisi Indonesia saat ini belum diperlukan melakukan vaksin booster kepada masyarakat umum. Alasannya, urgensi vaksin Covid-19 dosis tiga masyarakat umum berbeda dibandingkan nakes.

Baca Juga: Bolehkah Terima Kombinasi Suntikan Vaksin Berbeda?

“Kalau untuk masyarakat umum belum ada urgensinya untuk memberikan vaksin dosis ketiga. Berbeda dengan nakes setiap hari ada di garda depan penanganan covid-19. Risiko terpaparnya besar ,” kata Hakim.

Dikutip titiktemu.co dari ugm.ac.id, Hakim berpendapat bahwa yang harus diutamakan sekarang adalah upaya peningkatan angka cakupan vaksinasi nasional. Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia belum menerima vaksin pertama. Penerimaan vaksin kedua di Indonesia juga masih rendah.

Dia menambahkan Badan Kesehatan Dunia PBB atau WHO juga belum merekomendasikan pemberian vaksin booster. WHO bahkan meminta negara-negara yang ingin memberikan booster vaksin Covid-19 mempertimbangkan kembali urgensinya.

Baca Juga: Virus Corona Varian Lambda Mudah Menular dan Kebal Vaksin. Benarkah?

“Vaksin booster memang berguna untuk menaikan imunitas tubuh. Namun untuk diberikan kepada masyarakat umu perlu banyak pertimbanghan,” ujar dia.

Sejumlah pertimbangan itu, lanjut dia, terkait penurunan imunitas. Hingga kini belum ada data yang jelas mengenai bagaimana imunitas bertahan pascapemberian vaksin dosis satu dan dua.

Kedua adalah efektivitas vaksin. Saat ini belum ada cukup data tentang penurunan efektivitas vaksin dalam mencegah gejala berat Covid-19 setelah beberapa bulan vaksinasi dosis dua. Pertimbangan ketiga adalah persoalan persediaan.

Baca Juga: Waduh! Jepang Hentikan Pemakaian Vaksin Moderna karena Terkontaminasi Polusi Udara

Terpisah, Vaksinolog dr.Dirga Sakti Rambe M.Sc Sp.PD menegaskan saat ini baru nakes sebagai garda terdepan penangangan Covid-19 yang dianggap perlu mendapatkan booster.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X