Waduh! Jepang Hentikan Pemakaian Vaksin Moderna karena Terkontaminasi Polusi Udara

photo author
Dwi Soewanto, TitikTemu.co
- Kamis, 26 Agustus 2021 | 12:48 WIB
Jepang menangguhkan pemakaian vaksin Moderna.  (Reuters/Juan Medina)
Jepang menangguhkan pemakaian vaksin Moderna. (Reuters/Juan Medina)

TITIKTEMU.CO

Pihak Moderna Inc (MRNA.O) terpaksa menangguhkan penggunakan sekitar 1,63 juta dosis vaksin Covid-19 di Jepang karena kontaminasi botol dengan materi partikulat.

Materi partikulat merupakan partikel polusi udara yang biasanya ada dalam debu, alergen, dan serbuk sari sehingga tidak bisa dilihat dengan mata biasa.

Pemerintah Jepang melalui Takeda Pharmaceutical meminta masyarakat menahan penggunaan vaksin moderna sambil menunggu perkembangan lebih lanjut.

Dilansir Reuter Rabu (25/8/2021), pihak Moderna menduga kontaminasi botol terjadi dalam proses manufaktur jalur produksi di Spanyol.

Pihak Moderna menyatakan tidak ada masalah keamanan atau kemanjuran. Namun, penangguhan vaksin itu merupakan preseden buruk bagi perusahaan. Penangguhan dipastikan akan mengganggu pasokan ke negara-negara pengguna, termasuk Korea Selatan.

Baca Juga: Wonogiri Terima 2.500 Vial Vaksin Moderna, Prioritas untuk Guru

"Moderna sudah diberitahu tentang kasus partikel yang terlihat dalam botol dari vaksin COVID-19,” kata pihak Moderna.

Di Jepang, penangguhan moderna mendorong beberapa perusahaan dalam negeri membatalkan vaksinasi pekerja. Saat ini, sebagian besar dosis Moderna telanjur dipasok ke tempat vaksinasi massal.

"Perusahaan sedang menyelidiki laporan. Kami tetap berkomitmen untuk bekerja secepatnya dengan mitranya, Takeda, dan regulator untuk mengatasi masalah ini,” tambahnya.

Takeda Pharmaceutical selaku perusahaan Manufakture Moderna di Jepang  mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan darurat atas insiden tesebut.

Baca Juga: Pemkot Semarang Terima Vaksin Moderna Untuk Booster Tenaga Kesehatan

Kasus itu membuat Kementerian Kesehatan Jepang menarik beberapa dosis sebagai tindakan pencegahan. Keputusan diambil setelah berkonsultasi dengan Takeda. Pemerintah berusaha menekan dampak penarikan pada rencana inokulasinya.

Sementara itu, Kepala sekretaris kabinet Katsunobu Kato mengatakan sampai saat ini tidak laporan kasus terkait dengan suntikan yang terkontaminasi. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X