Baca Juga: KLH Hentikan Operasi Empat Perusahaan di Batang Toru, Diduga Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera
Presiden Minta Maaf
Presiden Prabowo Subianto turun langsung meninjau sejumlah wilayah terdampak di Aceh. Dalam kunjungannya ke Aceh Tamiang, Takengon, dan Kabupaten Bener Meriah pada Jumat 12 Desember.
Presiden memastikan penanganan darurat berjalan dan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Prabowo meminta maaf kepada masyarakat karena masih ada yang belum tertangani secara optimal.
“Saya minta maaf kalau masih ada yang belum tertangani. Kita sedang bekerja keras, kondisi di lapangan memang sangat sulit. Kita atasi bersama-sama,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah
Pemerintah Fokus Pemulihan
Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan, termasuk memastikan pasokan pangan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara bagi para korban.
Perhatian khusus juga diberikan pada sektor pendidikan. Presiden menekankan pentingnya agar anak-anak terdampak bencana dapat segera kembali bersekolah.
“Anak-anak harus tetap semangat. Pemerintah akan bergerak cepat supaya aktivitas belajar mengajar bisa segera berjalan kembali,” katanya.
Dalam dua hari peninjauan, Presiden menyebut kondisi penanganan bencana secara umum terkendali. Di sisi lain, bantuan dari pemerintah pusat terus mengalir.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirimkan 51,9 ton logistik untuk kebutuhan perempuan dan anak-anak.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan dalam skala besar. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut nilai bantuan pangan untuk korban bencana Sumatera mencapai Rp1,2 triliun.
“Kami kawal dan pastikan penyaluran bantuan dan pemulihan pascabencana akan terus dilakukan secara bertahap,” ujar Andi Amran.***
Artikel Terkait
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana
Daftar Nomor Darurat Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Daendels dan Reformasi Hutan Jawa: Kisah Mas Galak Perangi Pembalakan Liar
Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Seperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang, Apa yang Terjadi?
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya
Bupati Aceh Selatan Dicopot Sementara, Magang Tiga Bulan di Kemendagri Belajar Penanganan Bencana
80 Ton Bantuan Logistik di Wilayah Tengah Aceh Hilang?
Akses Terputus, Warga Korban Banjir Bandang Aceh Tempuh Jalan Ekstrem Demi Dapatkan Bantuan